Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ulama: Gus Dur Berperan Besar Suburkan Toleransi

Rabu, 16 Januari 2013, 14:09 WIB
Komentar : 0
Gus Dur

REPUBLIKA.CO.ID,Ulama Kota Bogor KH Firdaus mengatakan, Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur merupakan sosok yang berperan besar dalam menyuburkan budaya toleransi, saling menghargai dan menghormati.

"Gus Dur telah mengajarkan bangsa ini betapa pentingnya toleransi dan kebersamaan dalam mencapai cita-cita bersama sebagai sebuah bangsa, sehingga Gus Dur juga perekat bangsa," kata KH Firdaus pengasuh Pesantren Nurul Huda Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, (16/1).

Keluarga Pesantren Nurul Huda dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tanahsareal pada Rabu menggelar 'haul' ketiga KH Abdurrahman Wahid, yang dipusatkan di Aula Gedung Madrasah Ibtidaiyah pesantren tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri 50 orang peserta, terdiri atas guru-guru MI dan Pesantren Nurul Huda. Selain itu, juga hadir puluhan pimpinan pesantren, majelis taklim, majelis dzikir dan aktivis pemuda. Dalam kesempatan tersebut, para peserta membacakan dzikir dan tahlil, mengenang tiga tahun kepergian KH Abdurrahman Wahid.

"Gus Dur memang telah pergi tiga tahun silam. Namun apa yang beliau ajarkan dan tinggalkan bagi bangsa ini bersifat abadi, tidak pernah mati. Bahkan Gus Dur tidak hanya berjasa bagi bangsa ini, tetapi juga bagi dunia Islam," kata Firdaus.


Sementara itu, Pengasuh Pesantren Bahrul Huda Tanahsareal H. Alwi mengatakan, Gus Dur merupakan guru bangsa yang memiliki jasa besar bagi terwujudnya demokrasi dan kedamaian di Indonesia. Sumbangan Gus Dur bagi umat Islam dan bangsa Indonesia perlu diapresiasi.














Redaktur : Dyah Ratna Meta Novi
Sumber : antara
871 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...