Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Protes Dahlan Soal Tucuxi, Danet Mengaku Diancam SMS tak Dikenal

Kamis, 03 Januari 2013, 22:01 WIB
Komentar : 0
Mobil sport listrik Tucuxi saat diperkenalkan di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (23/12). (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pakar otomotif, Danet Suryatama, mengungkapkan kekecewaannya dengan sikap Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang ia nilai telah melanggar kesepakatan bersama.

"Saya kecewa. Tanpa sepengetahuan saya mesin mobil Tucuxi itu dibongkar. Ini tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah kami buat," ujar jebolan ITS itu ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (3/12)

Peraih gelar doktor dari Michigan Amerika Serikat menyatakan, kalau memang ada ketidakberesan soal kelistrikannya bisa diberitahu kepada kami. "Bukan main bongkar seperti itu. Mereka melakukan 're-engeenering' mobil itu, yang mengindikasikan ada upaya menjiplak teknologinya," tegas Danet.

Pada hari yang sama, dirinya pun langsung mengirimkan surat elektronik kepada Dahlan, namun tidak dijawab. "Hanya ada SMS dari nomor yang tidak saya ketahui, yang bernada mengancam agar protes saya tersebut tidak diteruskan," ujarnya.

Atas peristiwa tersebut yang kembali ke Tanah Air pada 2011 setelah sebelumnya sempat 10 tahun bekerja di perusahaan mobil terkenal di Amerika Serikat, Chrysler ini mengaku kecewa.

"Saya disuruh kembali ke Indonesia oleh Dahlan Iskan. Saya penuhi dan dengan tulus ingin membantu industri otomotif di Indonesia, tetapi yang saya dapatkan adalah perlakuan yang tidak menyenangkan, hak cipta saya tidak dihargai," ujarnya.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
5.333 reads
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda