Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ustaz Toto Tasmara: Hati-hati dengan Wanita

Selasa, 01 Januari 2013, 06:30 WIB
Komentar : 0
REPUBLIKA
Ustadz Toto Tasmara memberikan tausiah di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (Ilustrasi)
Ustadz Toto Tasmara memberikan tausiah di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Toto Tasmara singgung kasus bupati Garut, Aceng Nur Fikri, sebagai contoh kasus pejabat pemerintah yang tergelincir karena wanita.

Ustaz Toto mengingatkan wanita merupakan sosok yang bisa sangat berbahaya. Kasus Aceng menjadi salah satu buktinya. Meskipun pernikahan sirinya, kata Ustadz Toto, adalah perbuatan yang halal.

"Nikah sirinya halal," kata ustadz Toto saat mengisi parade tausyiah dalam dzikir nasional Republika di masjid At-Tin, Jakarta, Senin (31/12).

Namun, tambah ustadz Toto, halal saja masih belum cukup. Ustaz Toto mengatakan makan saja butuh halalan toyyiban. Jadi, cerai empat harinya sang bupati yang tidak toyyiban.

"Makanya, hati-hati dengan wanita," ungkap ustaz Toto. ''Karena, wanita dapat mengalahkan laki-laki. Bahkan, wanita mampu mengendalikan pemerintahan.''

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : Didi Purwadi
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ben Selasa, 1 Januari 2013, 13:54
Kasus Aceng adalah murni pelecehan terhadap wanita. Jangan salahkan wanita...
  Sandra Selasa, 1 Januari 2013, 09:28
Yang tepat adalah hati hati terhadap nafsu syahwat melihat wanita, bukan wanita yg harus diwaspadai tp nafsu syahwatnya dikendalikan. Ibarat dilarang membunuh sesama mualim maka bukan muslimnya dihindari tapi angkara membunuhnya.
  jaini Selasa, 1 Januari 2013, 07:48
Kalau diibaratkan wanita bermuka dua, yg satu gambar malaikat yang satu bergambar Iblis. Bila wanita tidak soliha maka lebih dari iblis.