Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sepatu Pakai Kulit Babi, Aprisindo: Layak Diproses Hukum

Selasa, 25 Desember 2012, 21:21 WIB
Komentar : 0
taiwantrade.com.tw
Kulit babi yang telah diolah dengan bahan lain siap untuk dijadikan sepatu atau tas.
Kulit babi yang telah diolah dengan bahan lain siap untuk dijadikan sepatu atau tas.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA —- Kasus sepatu berbahan kulit babi yang diproduksi Kickers harus ditindak tegas. Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Edy Wijanarko mengatakan, kasus itu layak untuk diteruskan ke proses hukum.

Tujuannya agar tidak ada lagi perusahaan yang main-main dalam membuat sepatu yang merugikan konsumen.

Edy melanjutkan, sebelum kasus Kickers, belum pernah mendengar pabrik yang membuat sepatu dari kulit babi. Alhasil dia mengaku kaget mengapa sepatu seperti itu bisa beredar di pasaran.

“Terserah MUI mau memproses hukum atau tidak. Ini kecerobohan perusahaan itu yang sebenarnya produk itu untuk ekspor malah dijual di Indonesia,” kata Edy, Selasa (25/12).

Edy menyatakan, perusahaan pembuat sepatu yang tergabung dalam Aprisindo tidak ada yang berani macam-macam untuk berlaku curang. Ia berani menjamin, kasus itu hanya dilakukan satu perusahaan saja.

Kalau tidak percaya, ia berani mengundang MUI untuk ikut memeriksa setiap perusahaan di bawah Aprisindo.

Caranya dengan melakukan pemeriksaan secara acak di pasaran. “Kami welcome saja bersama MUI untuk melakukan sidak di lapangan. Tapi saya berani jamin 99 persen perusahaan di bawah kami sesuai prosedur,” ujarnya.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Heri Ruslan
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar