Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lanjutan Episode MUI kontra Sepatu Kickers

Sabtu, 22 Desember 2012, 16:29 WIB
Komentar : 2
kemenag.go.id
Logo MUI
Logo MUI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim mengatakan MUI tidak pernah merekomendasikan pembuatan label 'pig skin lining' dan logo halal pada sepatu Kickers. Hal ini diungkapkannya setelah maraknya isu produk sepatu Kickers yang mendapatkan label halal disertai dengan label 'pig skin lining'. 

"MUI tidak pernah merekomendasikan dan tidak pernah berhubungan dengan Kickers," tegas Lukmanul ketika dihubungi oleh Republika, Sabtu (22/12). Ia menjelaskan bahwa memang ada salah seorang masyarakat yang membawa sepatu merek Kickers untuk menanyakan kandungan bahan sepatu. 

Lukmanul dengan tegas mengatakan memang sepatu tersebut mengandung bahan babi. Namun, dikatakannya MUI tidak pernah memberikan rekomendasi penggunaan label 'pig skin lining' maupun logo halal pada sepatu tersebut. 

"Yang ada data itu (pig skin lining) dipakai oleh perusahaan Kickers untuk membuat logo," jelasnya. Oleh karena itu, MUI melayangkan surat kepada perusahaan Kickers untuk segera menghilangkan logo halal dari produknya dan segera mencabut sepatu yang sudah terlanjur beredar dengan label tersebut.

"MUI tidak pernah menyatakan halal dan sudah menulis surat kepada perusahaan untuk segera mencabut logo," imbuhnya. Menurutnya, segala produk yang menggunakan bahan dari babi menjadi tidak halal. 

Sebelumnya, sepatu Kickers yang diduga berasal dari kulit babi ini membuat masyarakat resah. Pasalnya sepatu Kickers diduga menggunakan kulit babi, namun juga berlogo halal. 

Hal ini terungkap setelah seorang konsumen yang juga karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Winarto (48 tahun), melaporkan direktur PT Mahkota Petriendo Indoperkasa ke Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana perlindungan konsumen pada Kamis (20/12).

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : Citra Listya Rini
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  GaSukaBabi Kamis, 27 Desember 2012, 16:41
mungkin halal....karena babi nya masih anak2 yach...pan anak2 ga punya dosa...atau babi nya mualaf kaleee !!!!
  jin Selasa, 25 Desember 2012, 07:38
Babi
  gerdurwo Minggu, 23 Desember 2012, 18:05
Heh tuyul,situ ngerti gak sih halal dan gak halal itu yg gmn? Googling sana,baru komen..dasar norak
  namaste Minggu, 23 Desember 2012, 17:19
Sampeyan muslim bukan, kalo bukan, saya maklum ketidakmengertian anda. Jika anda muslim, sebaiknya banyak-banyak membaca Alquran dan hadist. Karena sudah jelas babi itu haram, baik itu daging dan hasil olahannya.
  tuyul Minggu, 23 Desember 2012, 09:58
Heran. Emang kulit sepatu ini mau direbus terus kita makanbpake kecap gitu? Kok jadi sepatu aja dibilangbharam?

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...