Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Virus H5N1 Terbaru Bukan Hasil Mutasi

Kamis, 20 Desember 2012, 17:41 WIB
Komentar : 0
Antara
Sejumlah petugas memeriksa bebek yang mati mendadak di Desa Pakijangan, Brebes, Jateng.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analisis filogenetik dan hasil pengujian isolat virus flu burung (H5N1) oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jawa Tengah (Jateng), menunjukkan virus yang menyerang ribuan itik belakangan ini bukanlah hasil mutasi.

"Kriteria virusnya paling dekat dengan virus yang menyerang unggas di Vietnam dan Hongkong," kata Direktur Kesehatan Hewan,  Pujiatmoko, Kamis, (20/12).

Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan satu galur virus H5N1 yang sebelumnya tidak ditemukan di Indonesia. Pengujian juga dilakukan dengan membandingkan dengan virus yang sempat mewabah di Tegal, Bantul, Sleman, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Kementan masih terus menyelidiki hubungan kekerabatan genetik (filogenetik) isolat-isolat H5N1 clade 2.3.2.1 yang telah diidentifikasikan di negara lain di Asia.

Pujiatmoko mengatakan, virus kemungkinan menyebar dibawa burung-burung liar lewat jalur migrasi. Virus juga mungkin terbawa pada unggas yang sempat berada di luar negri, lalu kembali lagi dan menulari itik lainnya. Wakil Forum Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Maskur mengatakan, tercatat sebanyak 8.260 itik mati akibat virus ini.

Reporter : Meilani Fauziah
Redaktur : Dewi Mardiani
3.654 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda