Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Boediono: ICMI Jangan Sekadar Berwacana di Menara Gading

Selasa, 18 Desember 2012, 16:19 WIB
Komentar : 0
Republika/Yasin Habibi
Wakil Presiden Boediono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI, Boediono meminta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) tidak sekadar berwacana di menara gading. Sekumpulan cendekiawan, saran dia, harus merasa terpanggil untuk memberikan jawaban pada permasalahan negara.

"ICMI memiliki peran krusial dalam sejarah bangsa.  Sebagai kumpulan cendekiawan harus merasa terpanggil untuk berikan jawaban, tidak sekadar berwacana di menara gading," ungkapnya dalam sambutan Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) ICMI 2012 di Jakarta, Selasa (18/12).

Wapres yakin dalam Silaknas akan muncul gagasan segar untuk mencari solusi permasalahan bangsa. Dia mengatakan sependapat dengan pandangan  yang melandasi Silaknas 2012 yakni rakyat, terlebih para cendekiawan harus ikut ambil bagian dalam menata kemajuan bangsa dan membangun peradaban.

"Kita tidak boleh terjebak menunggu kehadiran manusia serba unggul, superhuman dari filsuf Nitche, atau superking, atau dekati nabi," kata Boediono.

Menurutnya, pemimpin tidak bisa ditunggu. Akan tetapi, kepemimpinan kreatif harus disusun dari realita yang ada dan berdasarkan struktur di masyarakat saat ini.

"Untuk pandangan itu, kita punya rujukan Rasulullah, bahwa setiap kita adalah penggembala yang akan dimintai tanggung jawab pada pengembalanya," ungkapnya.

Pemimpin harus bertanggungjawab pada rakyat yang dipimpinnya. "Apalagi seorang cendekiawan, adalah seorang pengembala tugas rumuskan peran yg terbaik bagi kepentingan dan kemajuan bangsa," ujarnya.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Fernan Rahadi
2.366 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...