Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Misteri Sejarah di Perempatan Blok M (bagian 1)

Selasa, 18 Desember 2012, 14:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung
Jalan-jalan Bareng Abah Alwi

REPUBLIKA.CO.ID, “CSW habis!!!CSW habis!!!” Begitu teriakan yang tidak asing di telinga para penumpang bus kota ketika hendak memasuki kawasan terminal Blok M. Tepat di perempatan besar traffic light sekitar kantor Kejaksaan Agung, bus kota kerap menurunkan penumpangnya.

Praktis, daerah di perempatan kantor Kejaksaan Agung selalu padat oleh lalu lalang manusia Jakarta yang hendak pulang maupun berangkat kerja.

Ya, hampir semua penumpang menyebut daerah di perempatan kejaksaan itu dengan nama CSW. Namun apakah setiap masyarakat Jakarta tahu arti di balik nama tempat yang hanya tiga huruf itu? Apakah benar jalan itu bernama jalan CSW?

Wartawan senior republika, Alwi Shahab atau yang akrab dipanggil Abah Alwi coba mengajak kita menuju jalur CSW dengan meneropong "mesin waktu" sejarah di tahun 1948 untuk mengungkap "misteri" dibalik perempatan CSW.

Abah berujar, "Selama ini kan kita selalu mendengar kondektur bus nyebut CSW..CSW…CSW…Sebenarnya CSW itu sendiri adalah nama singkatan bahasa Belanda. Kepanjangannya adalah Centrale Stichting  Wedropbow," 

CSW adalah perusahaan pemerintahan Belanda di bidang properti. CSW mendirikan kantor di jalan yang sekarang menjadi perempatan lampu merah Blok M, atau tepatnya di seberang kantor kejaksaan Agung pada 1 Juni 1948.

Redaktur : Abdullah Sammy
3.113 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda