Jumat, 14 Desember 2012, 20:18 WIB

JK AJak Generasi Muda Gemar Donor Darah

Rep: Esthi Maharani/ Red: Chairul Akhmad
Antara/Puspa Perwitasari
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyematkan cincin emas secara simbolis kepada pendonor darah sukarela di Jakarta, Kamis (13/12) malam.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyematkan cincin emas secara simbolis kepada pendonor darah sukarela di Jakarta, Kamis (13/12) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengajak agar generasi muda gemar donor darah.

Terlebih lagi kebutuhan darah terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

“Generasi umur 20-an diharapkan bisa menjadi bagian donor darah nasional,” katanya saat memberikan sambutan di acara penganugerahan Satyalencana Kebaktian Sosial Para Pendonor Darah Sukarela 100 Kali Tahun 2012 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta Convention Center, Jumat (14/12).

Ia mengatakan dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 240 juta orang, PMI sedikitnya memerlukan 4,5 juta kantong darah untuk mengantisipasi kebutuhan transfusi darah.

Walau demikian, saat ini PMI merasakan adanya peningkatan dari masyarakat untuk ikut serta mendonorkan darahnya.

Tercatat, pada 2009 jumlah pendonor sukarela mencapai 1.444.398 orang. Tahun berikutnya mengalami peningkatan hingga 1.758.570 orang. Peningkatan terus terjadi hingga tahun 2011 mencapai 1.902.702 orang.

Tak hanya jumlah pendonor sukarela yang bertambah, peningkatan ini juga terlihat dari jumlah penghargaan Satyalencana yang diberikan pemerintah.

Jika pada tahun 2012, pemerintah bersama PMI memberikan anugerah Satyalencana pada sekitar 1300-an pendonor darah, maka pada 2012 ini diberikan kepada 1.402 pendonor darah sukarela yang telah memberikan darahnya sebanyak minimal 100 kali. “Setiap tahun meningkat minat dan sumbangan masyarakat pada sesama manusia,” kata JK.