Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Zainuddin Tolak Minta Maaf kepada Habibie

Kamis, 13 Desember 2012, 16:17 WIB
Komentar : 0
freemalaysiatoday.com
Tan Sri Zainuddin Maidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Segala penilaian mantan menteri penerangan Malaysia Tan Sri Zainuddin Maidin terhadap BJ Habibie merupakan pandangan pribadi. Ia menekankan, semua ucapannya tidak mewakili UMNO, partai berkuasa yang menjadi tempatnya berlabuh.

“Ini pendapat pribadi. Kedatangan Habibie ke Selangor disokong Anwar Ibrahim,” kata Zainuddin ketika dihubungi Republika, Kamis (13/12). Ia mengaku pendapatnya seluruhnya benar. “Saya tidak mau minta maaf," imbuhnya.

Sikap kritis yang disuarakannya kepada Habibie lantaran pihaknya tidak ingin urusan dalam negeri Malaysia diganggu antek asing. Ia menduga, persekongkolan Habibie dan tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, bisa membahayakan stabilitas dalam negeri.

“Saya ingin menyelamatkan negara. Ini misi suci menyuarakan persekongkolan kedua orang itu,” ujar Zainuddin.

Dalam orasi ilmiah di Universitas Selangor (Unisel), Habibie sempat menyinggung pluralisme adalah kekuatan, bukan sebuah kelemahan. Zainuddin menyoroti ceramah Habibie yang menurutnya menyesatkan. Pasalnya, menurut dia, pluralisme sangat berbahaya kalau diterapkan secara menyeluruh di Malaysia.

Menurut Zainuddin, tata kehidupan Malaysia dan Indonesia tidak sama. “Pluralisme mengusung kebebasan dan pandangan melegalkan homoseksual. Kita harus menjaga tradisi Melayu,” katanya.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Fernan Rahadi
2.194 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda