Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Terkait Soal Ujian Lecehkan Gus Dur, Ansor Minta Diusut

Rabu, 12 Desember 2012, 13:04 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin Dwi Putranto
Sejumlah warga menggelar acara peringatan 1.000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di DPP PKB, Jakarta, Rabu (26/9).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengusut Lembar Kerja Siswa (LKS) pelajaran sejarah tingkat SLTA yang mendiskreditkan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Mendikbud harus mengusut tuntas karena kami khawatir ada desain untuk menciptakan konflik horisontal di masyarakat, mengingat upaya mendiskreditkan Gus Dur berlanjut dari Sutan Bhatoegana, Purwokerto (Jawa Tengah), hingga sekarang ke Gresik (Jawa Timur)," kata Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur Alfa Isnaeni di Surabaya, Rabu (12/12).

Ia mengemukakan desakan itu ketika dikonfirmasi tentang temuan LKS pelajaran sejarah tingkat SLTA di Gresik terbitan CV Hayati Tumbuh Subur.  Materi LKS itu pada halaman 34-35 menyebutkan Gus Dur jatuh dari kursi kepresidenan karena skandal Bruneigate dan Buloggate.

Menurut Alfa Isnaeni, Mendikbud harus menganggap serius masalah ini dan melakukan serangkaian langkah untuk menyikapinya, yakni dengan melakukan klarifikasi kepada masyarakat melalui media massa. Pemerintah juga dimintam menarik LKS tersebut yang sudah terlanjur beredar atau tersebar di masyarakat, agar anak didik tidak menerima informasi yang salah.

"Kami juga mengharapkan Mendikbud melakukan langkah serius dengan menelusuri asal-usul informasi yang bohong itu, lalu mengambil langkah-langkah hukum terhadap siapapun yang terlibat di dalamnya, apakah penerbit, penulis, atau pengesah LKS itu, sekaligus meluruskan sejarah yang dibelokkan itu melalui buku baru," katanya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meminta sejumlah sekolah menarik LKS pelajaran sejarah tingkat SLTA yang menyudutkan Gus Dur.

"Ya, kasihan Gus Dur, karena itu kami minta sekolah tidak memakai LKS itu lagi karena bisa menimbulkan polemik, akibat pemahaman yang keliru bahwa Gus Dur itu korupsi, padahal Gus Dur justru sangat serius dan prihatin' pada pemberantasan korupsi," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif di Gresik, Selasa (11/12).

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
1.351 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda