Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Awas, Flu Burung Kembali Menyerang

Senin, 10 Desember 2012, 15:15 WIB
Komentar : 0
Antara
Flu burung, ilustrasi
Flu burung, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sekitar 50 persen populasi itik di Indonesia mati akibat terserang penyakit flu burung. Penyebaran virus H5NI yang terjadi dalam sepuluh hari terakhir ini diduga dari keberadaan itik impor.

Data dari Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menyebutkan, total populasi itik yang dipelihara peternak mencapai sebanyak 53 juta ekor.

Sentra itik Indonesia terbanyak di sejumlah tempat antara lain Cirebon Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Kasus itik mati karena flu burung tersebar di beberapa daerah,’’ ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpuli, Ade M Zulkarnain, kepada Republika, Senin (10/12).

Misalnya di Cirebon, Brebes, Pati, Mojokerto, Blitar, Tulungagung, dan Pasuruan. Bahkan, populasi itik di Pati, Jawa Tengah, mati sekitar 85 persen dari keseluruhan populasi. Sementara kasus kematian itik akibat flu burung di Kabupaten Sukabumi belum ditemukan.

Menurut Ade, serangan flu burung kali ini merupakan yang terganas dibandingkan sebelumnya. Terlebih, kasus kematian pada itik dalam jumlah besar baru terjadi dalam sebulan terakhir ini.

Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
"Tidak masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari kesombongan"((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...