Friday, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Friday, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Awas, Flu Burung Kembali Menyerang

Senin 10 December 2012 15:15 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: A.Syalaby Ichsan

Flu burung, ilustrasi

Flu burung, ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sekitar 50 persen populasi itik di Indonesia mati akibat terserang penyakit flu burung. Penyebaran virus H5NI yang terjadi dalam sepuluh hari terakhir ini diduga dari keberadaan itik impor.

Data dari Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menyebutkan, total populasi itik yang dipelihara peternak mencapai sebanyak 53 juta ekor.

Sentra itik Indonesia terbanyak di sejumlah tempat antara lain Cirebon Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Kasus itik mati karena flu burung tersebar di beberapa daerah,’’ ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpuli, Ade M Zulkarnain, kepada Republika, Senin (10/12).

Misalnya di Cirebon, Brebes, Pati, Mojokerto, Blitar, Tulungagung, dan Pasuruan. Bahkan, populasi itik di Pati, Jawa Tengah, mati sekitar 85 persen dari keseluruhan populasi. Sementara kasus kematian itik akibat flu burung di Kabupaten Sukabumi belum ditemukan.

Menurut Ade, serangan flu burung kali ini merupakan yang terganas dibandingkan sebelumnya. Terlebih, kasus kematian pada itik dalam jumlah besar baru terjadi dalam sebulan terakhir ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES