Senin, 10 Desember 2012, 11:09 WIB

Sekolah di Luar Negeri Gratis, Mau?

Rep: Lingga Permesti/ Red: Endah Hapsari
Beasiswa (ilustrasi)
Beasiswa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Sekolah di luar negeri tanpa biaya? Siapa juga yang bakal menolak. Asal tahu caranya, kita juga bisa sekolah di luar negeri dengan gratis. Satu kiatnya adalah dengan mendapatkan beasiswa.

Dalam satu seminar terungkap kiat untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri. Satu narasumber adalah M.Mujiburohman. Lulusan University of Waterloo Canada mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum sekolah di luar negeri. Persiapan tersebut yakni sponsorship, english proficiency, travel arrangement, accomodation, dan research plan.

“Sangat penting untuk mendapatkan sponsorship (beasiswa) sebelum memulai sekolah. Alasan utamanya, bisa jadi karena sangat tingginya biaya hidup di luar negeri,” kata Mujiburohman.

Beasiswa, katanya, dapat bersumber dari pemerintah, perusahaan, dan universitas. Beasiswa dari pemerintah biasanya diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti beasiswa Diktu dan TPSDP.

Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, ucap dia, seseorang harus terpenuhi syarat secara administratif dan kualifikasi akademiknya. “Kalau bisa, ada sertifikat dan jurnal internasional. Kemudian, setelah itu mempersiapkan wawancara,” ungkapnya. Para pelamar beasiswa juga harus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya, mulai dari grammar, listening, hingga writing.

Sementara itu, persiapan travel arrangement yakni berupa persiapan paspor, visa, kartu identitas, surat kontrak beasiswa, pakaian hingga perbedaan makanan. “Misalnya, saya menyasar beasiswa ke Kanada. Saya harus tahu Kanada seperti apa dan bagaimana kehidupan di sana,” tuturnya.

Seseorang yang menginginkan beasiswa juga harus mempertimbangkan akomodasi di luar negeri. Lebih baik, kita mengenal seseorang di luar negeri untuk membantu mencari lokasi kuliah yang te pat dan biaya yang harus dikeluarkan.

Yang penting, katanya, setelah semua terpenuhi, jangan melupakan mengenai rencana penelitian yang akan ditawarkan kepada universitas yang kita tuju. “Persiapkan rencana singkat penelitian, dan yakinkan sebelum berangkat kita punya topik penelitian yang ingin dilakukan,” ujarnya.