Kamis , 06 Desember 2012, 14:46 WIB

Orang Miskin di 2013 Tak Berkurang

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Mansyur Faqih
Republika/Yogi Ardhi
Pilpres dan Kemiskinan
Pilpres dan Kemiskinan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah orang miskin di Indonesia pada tahun depan diperkirakan tidak akan mengalami penurunan. Direktur Utama Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan berdasarkan pengalaman empiris, angka kemiskinan diperkirakan hanya turun 0,7 persen setiap tahun.

Menurut Ahmad, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum berdampak pada menurunnya jumlah penduduk miskin di Indonesia. Alhasil, target pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan hingga delapan persen pada 2014 dirasa sulit direalisasikan

“Ternyata pertumbuhan ekonomi satu persen tidak berdampak pada sekian ratus orang yang tidak lagi berstatus miskin,” ujar Ahmad, Kamis (6/12).

Jika menggunakan definisi Badan Pusat Statsitik (BPS), pada 2012, penduduk miskin sekitar 12,15 persen atau 29,13 juta jiwa. Sementara pada 2013 pada angka 11,23 persen. Prosentase ini setara dengan 27,48 juta penduduk. 

Jika menganut makna kemiskinan versi Bank Dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada 2013 mencapai 97,9 juta jiwa. Atau setara dengan 40 persen penduduk.

Ia mengatakan, pemerataan pertumbuhan hanya dirasakan oleh kalangan tertentu saja.

Menurutnya, yang bisa mengurangi angka kemiskinan adalah keterlibatan rakyat dalam kegiatan ekonomi. AC Nielsen mencatat ada 29 juta orang yang pendapatan per kapitanya di atas 3000 dolar per tahun pada 2010. 

Jumlah orang kaya itu setara dengan jumlah orang miskin yang ada. Jika satu orang kaya bisa memberdayakan satu orang miskin, maka angka kemiskinan di Indonesia bisa dipangkas dengan cukup cepat.