Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

20 TKI yang Dideportasi Malaysia, Sakit

Kamis, 29 November 2012, 05:10 WIB
Komentar : 0
Antara/Feri
Sejumlah TKI ilegal yang dideportasi dari Malaysia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN -- Sebanyak 20 dari 65 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi oleh pemerintah Kerajaan Malaysia, didapati sedang sakit oleh petugas Kesehatan Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur.

Petugas Kesehatan Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, dr Baharullah, usai memeriksa para TKI deportasi yang sakit, Rabu (28/11), mengatakan mereka mengalami sakit gatal-gatal dan telah diberikan perawatan pertama dengan memberikan obat-obatan.

Menurut dia, para TKI deportasi ini ditengarai menderita sakit disebabkan kondisi air dan lantai di penampungan yang ditempati selama lima sampai enam bulan lamanya tidak layak.

"Kalau dari keterangan TKI deportasi ini semuanya mengaku sakit gatal-gatal gara-gara air mandi dan lantai penampungan sangat kotor makanya kebanyakan menderita sakit gatal-gatal," ujarnya.

Jadi, katanya, langkah yang dilakukan itu hanya memeriksa kondisi sakit yang dialaminya dan memberikan obat saja. Apabila ada yang tidak bisa ditangani maka kami berikan surat rujukan ke rumah sakit terdekat," kata Baharullah.

Ia menambahkan, dari 20 TKI deportasi yang sakit tersebut, satu orang terpaksa dirujuk ke RSUD Kabupaten Nunukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut akibat sakit dada yang dialaminya.

TKI bersangkutan bernama Intan, bekerja di Perkilangan Keningau Kota Kinabalu Sabah menderita sakit dada akibat terbentur saat naik di kapal sewaktu pemberangkatan di Pelabuhan Tawau Malaysia.

Sementara TKI lainnya, dipulangkan kepada keluarganya karena penyakit yang dialaminya tidak terlalu parah, ujar Baharullah.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
621 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda