Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Masyarakat Diajak Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid

Wednesday, 28 November 2012, 22:26 WIB
Komentar : 1
Logo Dewan Masjid Indonesia
Logo Dewan Masjid Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggagas percepatan evolusi masjid. Upaya akselerasi tersebut dilakukan dengan mengusung tema "Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid".

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, Imam Addaruqutni, mengatakan masyarakat dapat memakmurkan sekaligus dimakmurkan masjid. "Ini konsep kedepan. Masjid dalam konteks hablumminannas-nya bisa memberikan kemakmuran ke masyarakat," kata Imam saat silahturami jelang Rakernas DMI, ke Gedung Republika, Rabu (28/11).

Imam mencontohkan salah satu masjid yang ada di Pakistan dapat memolong jemaahnya yang tidak mampu. Antara lain, membantu biaya pengobatan jamaah sakit, membantu biaya persalinan, dan membantu biaya anak sekolah dari dana infak. "Kalau itu terjadi di Indonesia, ini bisa menjadi sebuah revolusi," kata Imam.

Menurut Imam, konsep dimakmurkan masjid bisa terwujud kalau masjidnya sudah makmur. Selama ini, kata Imam, takmir masjid hanya menghimpun dana lalu menyimpannya di bank, tapi tidak ada konsep kemakmurannya.

Ketua Departemen Informasi, Komunikasi, Kerja Sama antar Lembaga, dan Hubungan Luar DMI, Rudiantara, menambahkan masjid bisa menjadi akses ekonomi umat sehingga masyarakat dapat bangkit secara ekonomi. Masjid memiliki kekuatan dan potensi untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Untuk itu, kata Rudiantara, DMI akan mengandeng sejumlah bank syariah untuk menggerakkan ekonomi mikro di lingkungan masjid. Sehingga ekonomi masyarakat di sekitar masjid dapat meningkat.

Reporter : Muhammad Fakhruddin
Redaktur : Dewi Mardiani
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar