Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bentrok Kutai Reda, Kapolri Imbau Masyarakat Tenang

Senin, 26 November 2012, 13:39 WIB
Komentar : 1
Republika/Agung Supri
Kapolri Jenderal Timur Pradopo
Kapolri Jenderal Timur Pradopo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Usai bentrokan antarwarga di Kutai Barat, Kalimantan Timur, Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Polisi Timur Pradopo meminta masyarakat di lokasi tersebut tetap tenang.

"Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh," ujarnya saat ditemui usai Upacara Purna Tugas Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB di Darfur, Sudan Satgas FPU Indonesia IV 2011-2012, Senin (26/11). 

Untuk menjaga situasi yang mulai kondusif, aparat kepolisian masih bersiaga. Timur menambahkan, pasukan telah ditambah dengan dua batalyon dari Brimob.

Ia mengatakan keamanan di Kutai Barat berangsur-angsur baik. Terkait mediasi, kepolisian setempat bersama pemerintah daerah terus melakukan dialog. Sejauh ini, dua orang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Bentrokan terjadi antardua kelompok masyarakat pada Jumat pekan lalu, (23/11). Pengeroyokan terjadi di sebuah Agen Pengisian Minyak dan Solar (APMS) di Melak, Kutai Barat. Saat itu sedang antre bensin dan terjadilah aksi pengeroyokan. 

Tidak terima dengan aksi pengeroyokan tersebut, kelompok korban pemukulan lantas melakukan pembalasan. Akibatnya sebuah rumah toko yang biasa menjual sembako habis dibakar massa.

Kerusuhan kemudian meluas dan aksi pembakaran terus terjadi hingga Ahad. Sebuah pasar tradisional di Kecamatan Barong Tongkok juga terbakar sekitar pukul 02.30 dini hari tadi.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
FPI Jenguk Kapolsek Metro Gambir
JAKARTA --  Kapolsek Metro Gambir sempat menjadi korban aksi Front Pembela Islam (FPI) saat demo di depan Balaikota pada tanggal tiga Oktober silam....