Sabtu, 24 November 2012, 17:53 WIB

LazisMU akan Bangun Sekolah Muhammadiyah di Gaza

Rep: Hafidz Muftisani/ Red: Dewi Mardiani
  Warga Palestina merayakan kemenangan atas Israel setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza, Rabu (21/11) malam.  (AP/Bernat Armangue)
Warga Palestina merayakan kemenangan atas Israel setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza, Rabu (21/11) malam. (AP/Bernat Armangue)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Agresi militer Israel delapan hari  ke Jalur Gaza menyisakan banyak trauma bagi penduduk yang diisolasi sejak 2007 tersebut. Tak terkecuali bagi anak-anak korban perang yang sangat terpukul dengan kebrutalan Israel.

Melihat kenyataan tersebut, LazisMU (Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah) sebagai entitas sosial terbesar di Tanah Air berencana membantu anak-anak Gaza dengan mendirikan sekolah muhammadiyah di Gaza.

"Anak-anak selalu menjadi korban perang dan trauma berkepanjangan. Kita ingin menghilangkan trauma itu dengan mendirikan sekolah Muhammadiyah di sana," ujar Khairul Muttaqin, Direktur Utama LazisMU, di sela acara NgobROL Jakarta, Sabtu (24/11).

Khairul memperkirakan, memerlukan dana Rp 2 miliar untuk merampungkan proyek sekolah yang akan dimulai tahun depan tersebut. Sekolah akan dibangun di tanah wakaf di Gaza yang sudah disurvei oleh tim LazisMU tahun lalu.

"Sekolah penting bagi anak-anak Gaza, kami akan menggunakan percontohan tiga sekolah kami yang dibangun pascagempa Padang di Sumatera Barat," imbuh Khairul.

Pelajar dan Mahasiswa Muhammadiyah di Kairo, aku Khairul, siap untuk menjadi relawan tenaga pengajar di sekolah tersebut. "Kalau dari sini belum bisa bahasa Arab," imbuhnya.

Guna memenuhi kebutuhan dana sekolah Muhammadiyah tersebut, rencananya LazisMU, Ahad (25/11), akan menggelar malam penggalangan dana di Hotel Syahid Jakarta, bekerja sama dengan Persaudaraan Indonesia Palestina yang akan dihadiri Ketua Umum PP Muhammdiyah Din Syamsudin.