Rabu , 21 November 2012, 16:30 WIB

PMI tidak Kirim Relawan ke Gaza

Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Prayogi
  Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, memberikan sambutan saat mengadakan apel siaga lebaran di Markas Pusat PMI, Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/8).
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, memberikan sambutan saat mengadakan apel siaga lebaran di Markas Pusat PMI, Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/8).

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa dirinya tidak mengirim bantuan atau relawan untuk misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina yang saat ini diserang oleh pasukan zionis Israel.

"Kalau Gaza terlalu jauh untuk kita (PMI), ya tidak efektif, bisa-bisa bantuan itu lebih besar ongkos kirimnya," katanya setelah melantik Pengurus PMI Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Rabu (21/11).

Mantan Wakil Presiden RI tersebut mengatakan, pihak yang melakukan bantuan di Timur Tengah sudah dilakukan palang merah tingkat kewilayahan yang ada di kawasan itu, termasuk Palang Merah Bulan Sabit Merah.

"Pada dasarnya, kami mendukung apa yang dilakukan palang merah internasional, tapi PMI cukup membantu di Asia saja, seperti pengungsi Rohingya di Myanmar," katanya.

Aksi solidaritas "Save Palestina" terus mengalir di sejumlah daerah di Indonesia yang digalang oleh sejumlah organisasi Islam dan organisasi mahasiswa.

Di Tanjungpinang juga berlangsung aksi solidaritas terhadap Palestina yang berlangsung pada Selasa (20/11) dengan membakar bendera Israel serta mengutuk serangan Israel itu yang dianggap sebagai kejahatan perang.

Pada Rabu (21/11) petang juga dilakukan aksi menggalang dana bantuan yang nantinya akan disalurkan kepada rakyat Palestina.

Mengenai Muslim Rohingya di Myanmar yang dibantu oleh PMI, Kalla menyatakan konfliknya saat ini sudah mereda, namun masih banyak yang mengungsi. "Konfliknya sudah mereda, namun masih banyak yang mengungsi," katanya.

Mengenai Muslim Rohingnya yang ada di Indonesia, kata Kalla, kebanyakan juga pengungsi dan saat ini sedang dibahas mengenai penempatannya. "Bukan hanya untuk Rohingya yang dibahas penempatannya, tapi juga pengungsi dari negara lain," kata Kalla.

Sumber : Antara