Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Golkar Anggap Pelemparan Bom di Makassar Bukan Ancaman

Senin, 12 November 2012, 18:16 WIB
Komentar : 0
Tantowi Yahya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar tidak melihat usaha pengeboman kepada Syahrul Yassin Limpo saat perayaan HUT Golkar ke-48 di Makassar sebagai ancaman terhadap partai. Bagi Golkar upaya pengeboman itu hanya aksi teror yang mengerikan.

"Kami melihat ini bukan sebagai ancaman kepada Golkar," kata Wakil Sekretaris Jendral Partai Golkar, Tantowi Yahya kepada Republika, Senin (12/11).

Tantowi mengatakan Golkar prihatin dengan peristiwa di Makassar. Menurutnya teror di Makassar menunjukan aksi adanya eskalasi keberanian dari pelaku teror saat menjalankan aksi.

Biasanya, pembom melancarkan aksi diam-diam, namum kali ini pembom berani menyusup ke tengah-tengah kerumunan massa dan melempar bom ke panggung.

"Pelaku pemboman artinya berani mengambil resiko dikenali dan bahkan dihakimi massa," ujarnya.

Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Tohari, mengaku terkejut dengan usaha pemboman di Makassar. Menurutnya, sekarang pelaku teror mulai masuk ke dalam pentas partai politik.

"Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian serius," katanya.

Ia kemudian meminta aparat keamanan segera menyelesaikan kasus ini. Hal ini agar tidak terjadi spekulasi politik di publik.

"Sebaiknya aparat keamanan segera mengungkap pelaku dan motif di balik pengeboman ini," ujarnya.


Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Hazliansyah
931 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda