Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Iis Dahlia: Pemerkosa TKI Harus Ditindak Tegas

Senin, 12 November 2012, 18:02 WIB
Komentar : 0
Republika/Rusdy Nurdiansyah
Iis Dahlia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus pemerkosaan yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia menuai keprihatinan dari Duta Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Iis Dahlia. Ia meminta agar para pelaku ditindak tegas.

Menurut Iis, pemerintah Indonesia dalam hal ini Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Malaysia harus bekerja sama dengan pemerintah dan polisi setempat untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Pemerintah Malaysia harus menindak tegas dan menghukum pelaku biar kapok," kata Iis saat dihubungi ROL, Senin (12/11).

Pedangdut ini menambahkan, pemerintah Malaysia seharusnya melindungi siapapun tanpa memandang latar belakang warga negara. Dia juga menyayangkan perlakuan polisi saat pemeriksaan TKW tersebut.

Iis kemudian meminta pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap kasus ini. Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Seperti diketahui, kasus pemerkosaan menimpa tenaga kerja wanita asal Indonesia di Malaysia. Kasus tersebut terjadi pada Jumat (9/11) sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Kejadian bermula saat seorang polisi menghentikan taksi yang dinaiki korban. Ketika diminta memperlihatkan dokumen resmi, korban hanya memberikan fotokopi paspor. Namun polisi TKI tersebut kemudian meminta sejumlah uang.

Karena tidak mempunyai uang, korban dibawa ke kantor polisi di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. Selanjutnya korban mendapat pelecehan seksual oleh tiga polisi di sana.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat mengutuk tindakan tersebut.

Ia menegaskan pemerintah Malaysia perlu mendidik ulang aparat kepolisiaannya karena semakin banyak yang bertindak liar sekaligus tidak beradab dalam menghadapi para TKI di negara tersebut.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Hazliansyah
684 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...