Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono (kanan) menyambut Perdana Menteri Turki, Recep Tayiyip Erdogan dan Ibu Emine Erdogan (kiri) saat menghadiri Bali Democracy Forum (BDF) V di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11). (Antara/Nyoman Budhia

  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyambut Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (kiri) saat menghadiri Bali Democracy Forum (BDF) V di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11). (Antara/Nyoman Budhiana)

  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono menyambut Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra (kanan) saat menghadiri Bali Democracy Forum (BDF) V di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11). (Antara/Nyoman Budhiana)

  • Suasana pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) V yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11). (Antara/Nyoman Budhiana)

  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbincang dengan para menteri dan perwakilan negara peserta Bali Democracy Forum (BDF) V saat foto bersama di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11). (Antara/Nyoman Budhiana)

  • Sejumlah kepala negara berfoto bersama menteri-menteri dan delegasi peserta Bali Democracy Forum (BDF) V di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11). (Antara/Nyoman Budhiana)

In Picture: SBY Buka Bali Democracy Forum 2012

Kamis, 08 November 2012, 14:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka secara resmi
Bali Democracy Forum (BDF) V di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11).

Forum yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri oleh 10 kepala negara dan pemerintahan.
Tema pada tahun 2012 diarahkan kepada peranan Bali Democracy Forum (BDF) bagi perdamaian dan keamanan untuk mendukung tatanan global.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
3.489 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda