REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerbangan Garuda Indonesia ternyata tak selalu on time seperti yang diharapkan. Bahkan selama Januari hingga September 2012 ini, manajemen perusahaan penerbangan ini malah mencatat penurunan ketepatan waktu dalam melayani rute penerbangan.
Dalam paparan kinerja kuartal ketiga, Garuda mencatat tingkat ketepatan waktu turun menjadi 84,5 persen dari periode yang sama tahun lalu sekitar 87,4 persen.
"Kalau diasumsikan dalam 100 penerbangan, maka akan ada 15 penerbangan yang mengalami kemunduran jadwal," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, Kamis (25/10).
Meskipun demikian, Garuda mengklaim hal itu bukan kesalahan manajemen dan faktor teknis pesawat semata. Banyaknya delay juga diakibatkan masalah cuaca buruk dan ramainya lalu lintas bandara.
Ia menuturkan, ketepatan waktu Garuda masih lebih baik dibandingkan Amerika Serikat dan Eropa. "Di AS hanya 70 persen, sedangkan di Eropa 80 persen," ujarnya.
Hal senada juga diakui Direktur Operasi Garuda Indonesia Noviyanto. Ia menambahkan, tingkat delay Garuda saat ini hanya sedikit di bawah rata-rata industri, yaitu 85 persen.
"Penyebab delay-nya pesawat kita karena infrastruktur bandara, ramai," katanya lagi. Faktor kemarau yang menyebabkan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan juga menjadi faktor penyebab lainnya.