Sabtu, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ikut Program Afirmasi? M Nuh: Perhatikan Potensi Calon

Rabu, 24 Oktober 2012, 07:18 WIB
Komentar : 1
Republika
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memperluas jangkauan program afirmasi pendidikan tinggi. Mendikbud, M Nuh mengatakan, ada tiga hal pokok yang harus menjadi perhatian khusus program afirmasi.

Pertama, sistem rekrutmen diserahkan pada Perguruan Tinggi Negeri. "Harus memperhatikan potensi, tidak bisa semua calon diterima," katanya, Selasa (23/10) malam.

Kedua, harus ada pembicaraan yang baik mengenai pendanaan. "Jangan sampai ketika sampai ke tempat tujuan, mereka tidak mendapat uang saku," ujar Nuh. Dirinya meminta hal ini ditangani khusus agar jangan sampai peserta afirmasi terbebani masalah finansial.

Jika kedua hal ini sudah terpenuhi, pihak kampus diminta tetap melakukan pembinaan dan pendampingan agar para peserta cepat beradaptasi dengan kultur budaya di daerah tujuan.

Program afirmasi merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti, Kemdikbud), serta Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B). Sejauh ini, ratusan calon mahasiswa ini merupakan putra-putri asli Papua dan Papua Barat yang telah lolos seleksi.

Calon mahasiswa ini akan mengenyam pendidikan tinggi di 40 program pendidikan pilihan mereka, di antaranya Fakultas Kedokteran, Kedokteran Hewan, Kesehatan Masyarakat, Teknik Sipil, Arsitektur Lanskap, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Kimia, Teknik Sipil, dan Lingkungan.

Program pendidikan lainnya adalah Akutansi, Agrobisnis, Agroteknologi, Statistika, Peternakan, Perikanan Kelautan, Manajemen Sumber Daya, Manajemen Hutan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Biologi, Ekonomi, Proteksi Tanaman, dan Sastra Indonesia.

Program yang dibiayai negara ini diharap bisa memberi dukungan dan mengembangkan ide-ide lain, seperti misalnya penelitian, pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan. Ini berguna untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan keberpihakan pengembangan sumber daya manusia bagi masyarakat di daerah 3T.

Reporter : Qommaria Rostanti
Redaktur : Dewi Mardiani
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menata Rambut dengan Kacamata Pintar
NEW YORK -- Tutorial penataan rambut banyak diunggah ke situs-situs video seperti YouTube. Tetapi salon di New York baru-baru ini menguji coba metode...