Thursday, 6 Muharram 1436 / 30 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Karakter Bangsa Ada di Alquran dan Sunnah

Saturday, 20 October 2012, 14:39 WIB
Komentar : 2
Amien Madani/Republika
Ustadz Yusuf Mansur
Ustadz Yusuf Mansur

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Pesantren Daarul Qur'an, Ustaz Yusuf Mansur, mengungkapkan saat ini pemerintah Indonesia sedang kebingungan mengatasi masalah karakter bangsa. Padahal, jelas dai muda kelahiran Betawi ini, karakter bangsa sudah ada di Alquran dan Sunnah.

''Saat ini pemerintah lagi kebingunan bagaimana mengurus karakter bangsa. Padahal, karakter bangsa sudah ada di Al Quran dan Sunnah,'' tandas Ustadz Yusuf Mansur kepada ROL di Yogyakarta, Sabtu (20/10) di sela-sela launching Taman Kanak-kanak (TK) dan Taman Bermain (TB) AnakQu (Anak-anak Al Quran) di Yogyakarta.

Dengan pengurangan jam pelajaran yang diwacanakan pemerintah belakangan ini, papar penggagas konsep Rumah Tahfidz Quran di seluruh Indonesia ini, mestinya ada kesempatan untuk mengisi para siswa dengan materi-materi yang dulu dihilangkan, yaitu budi pekerti, akhlak, akidah, moral.

''Apalagi dengan cara-cara yang diizinkan Allah SWT melalui Ustadz Yusuf Mansur dengan konsep one day one ayat (satu hari satu ayat), menghafal Quran jadi mudah sekali. Hanya lima menit satu hari, masak nggak bisa?'' tegasnya.

Ia mendukung rencana pemerintah mengurangi jam pelajaran yang semula jumlahnya mencapai belasan pelajaran rencananya dikurangi hanya menjadi enam pelajaran. ''Dicopot pelajaran, kemudian dimasukkan pelajaran moral, akhlak, akidah dan Alquran sehingga bisa lebih powerfull karakter anak-anak.''

Ustadz Yusuf Mansur mengungkapkan, di beberapa negara maju dan berkembang seperti Selandia Baru, jumlah pelajaran tidak terlalu banyak hanya dua pelajaran. ''Begitu Sabtu-Minggu, anak-anak di sana jadi penjaga kebun, jadi suster, membantu rumah tangga, jadi tukang pel di mal. Pelajar di sana seperti itu setiap Sabtu dan Minggu. Anak-anak di kita nggak sempat karena terlalu dijejali banyak pelajaran setiap harinya.''

Reporter : Damanhuri Zuhri
Redaktur : Dewi Mardiani
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Makna Sumpah Pemuda, Erick Yusuf: Ayo 'Action'
JAKARTA -- Tanggal 28 Oktober diperangati sebagai hari sumpah pemuda. Memaknai itu, Ustaz Erick Yusuf menilai pemuda Indonesia harus terus semangat dan bersatu. Erick...