Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

TNI AD akan Beli Anjing Seharga 5,7 Juta

Wednesday, 17 October 2012, 19:38 WIB
Komentar : 1
 Personel TNI AD melakukan persiapan pameran Alutsista TNI Angkatan Darat di lapangan Monas, Jakarta, Kamis (4/10). (Edwin Dwi Putranto/Republika)
Personel TNI AD melakukan persiapan pameran Alutsista TNI Angkatan Darat di lapangan Monas, Jakarta, Kamis (4/10). (Edwin Dwi Putranto/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  TNI Angkatan Darat (AD) berencana membeli sebanyak 17 ekor anjing untuk menunjang kinerja mereka. Sedianya anjing yang akan dibeli TNI AD bakal digunakan untuk melengkapi kerja satuan khusus TNI AD, Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Meskipun demikian, TNI AD tak mau keinginan mereka mengganggu pos anggaran yang mereka miliki. "Kalau misal ada anggaran kami menyesuaikan," kata Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Baskoro, Rabu (17/10), di kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta.

Pramono mengungkapkan, anggaran yang disediakan untuk satu ekor anjing sebesar 600 dolar AS (sekitar Rp 5,7 juta), Artinya jika TNI AD berencana membeli 17 ekor anjing maka anggaran yang dibutuhkan adalah 10.200 dolar AS (sekitar Rp 98 juta).

Menurut Pramono harga, 600 dolar AS per ekor anjing tersebut tidak termasuk ongkos perawatan. Urusan perawatan, kata dia, akan diserahkan pada Kopassus. "Lebih baik kita berikan pada Kopassus yang memelihara dan Paspampres yang melaksanakan," ujarnya.

Saat ini satuan anjing yang dimiliki Kopassus berfungsi sebagai pelacak jejak sekaligus penyerang bila terjadi kejahatan.

Selain berencana membeli anjing pelacak, TNI AD juga berniat membeli sejumlah Helikopter Apache. Namun lantaran harganya mahal, TNI AD akan mengutamakan peruntukan anggaran pada keperluan yang lebih penting dan mendesak.


Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Fernan Rahadi
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Presiden Rwanda Apresiasi Demokrasi Indonesia
JAKARTA -- Presiden Rwanda, Paul Kagame mengunjungi ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Irman Gusman, di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Dalam kesematan tersebut Paul...