Jumat, 7 Muharram 1436 / 31 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polri Selidiki Surat Tantangan ke Densus 88

Rabu, 17 Oktober 2012, 18:57 WIB
Komentar : 0
AP
Densus 88 Polri
Densus 88 Polri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi akan menyelidiki surat berisi tantangan kepada Densus 88 Antiteror yang tertulis dari Mujahidin Indonesia Timur dan dimuat di situs resmi Polda Sumatera Barat serta laman salah satu media.

"Surat itu harus dikroscek secara menyeluruh lebih dulu, tulisan itu bisa dibuat oleh siapa saja dan bisa ditulis bukan berdasarkan fakta," kata Kepala Bagian (Kabag) Penerangan Umum (Penum) Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto di Jakarta, Rabu (17/10).

Agus juga belum bisa memastikan keterkaitan surat tantangan ini dengan penemuan mayat polisi dan beberapa peristiwa yang diduga aksi teror di beberapa kota di wilayah Indonesia Timur. "Kami akan lakukan penyelidikan lebih dahulu dan keterkaitan dengan ini," ujarnya.

Surat tantangan yang mengatasnamakan Komandan Mujahidin Indonesia Timur dan ditulis pada 14 Oktober 2012 berisi tantangan kepada Densus 88 untuk berduel secara langsung. Di surat itu juga tertulis permintaan kepada TNI agar tidak mencampuri urusan mereka berdua.

Beberapa tulisan ditulis dengan Bahasa Arab dan Indonesia dengan kata-kata yang terkesan menantang. Dalam surat itu, juga berisi tuduhan-tuduhan terhadap pasukan Densus 88.

Agus mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap surat tantangan itu. Dia juga mengajak masyarakat agar bekerja sama dengan cara melaporkan segala macam informasi mengenai gangguan, dan ancaman terutama terkait terorisme.

Dia menjamin Kepolisian akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Apabila ada pihak-pihak lain yang mencoba untuk memperkeruh, atau berbuat hal-hal yang mengacaukan situasi kondusif di negara ini, kita berharap untuk dihentikan," ujarnya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...