Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polri Selidiki Surat Tantangan ke Densus 88

Rabu, 17 Oktober 2012, 18:57 WIB
Komentar : 0
AP
Densus 88 Polri
Densus 88 Polri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi akan menyelidiki surat berisi tantangan kepada Densus 88 Antiteror yang tertulis dari Mujahidin Indonesia Timur dan dimuat di situs resmi Polda Sumatera Barat serta laman salah satu media.

"Surat itu harus dikroscek secara menyeluruh lebih dulu, tulisan itu bisa dibuat oleh siapa saja dan bisa ditulis bukan berdasarkan fakta," kata Kepala Bagian (Kabag) Penerangan Umum (Penum) Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto di Jakarta, Rabu (17/10).

Agus juga belum bisa memastikan keterkaitan surat tantangan ini dengan penemuan mayat polisi dan beberapa peristiwa yang diduga aksi teror di beberapa kota di wilayah Indonesia Timur. "Kami akan lakukan penyelidikan lebih dahulu dan keterkaitan dengan ini," ujarnya.

Surat tantangan yang mengatasnamakan Komandan Mujahidin Indonesia Timur dan ditulis pada 14 Oktober 2012 berisi tantangan kepada Densus 88 untuk berduel secara langsung. Di surat itu juga tertulis permintaan kepada TNI agar tidak mencampuri urusan mereka berdua.

Beberapa tulisan ditulis dengan Bahasa Arab dan Indonesia dengan kata-kata yang terkesan menantang. Dalam surat itu, juga berisi tuduhan-tuduhan terhadap pasukan Densus 88.

Agus mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap surat tantangan itu. Dia juga mengajak masyarakat agar bekerja sama dengan cara melaporkan segala macam informasi mengenai gangguan, dan ancaman terutama terkait terorisme.

Dia menjamin Kepolisian akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Apabila ada pihak-pihak lain yang mencoba untuk memperkeruh, atau berbuat hal-hal yang mengacaukan situasi kondusif di negara ini, kita berharap untuk dihentikan," ujarnya.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Butet: Saya Senang Punya Presiden Kurus
JAKARTA -- Joko Widodo resmi memimpin Indonesia lima tahun kedepan. Terpilihnya Jokowi memiliki arti tersendiri bagi Butet Kertaradjasa. Seniman kondang ini senang memiliki...