Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pukuli Wartawan, Reformasi TNI Dinilai Belum Berakhir

Selasa, 16 Oktober 2012, 19:50 WIB
Komentar : 2
Antara
  Pesawat Hawk 200 Single Seater (Kursi Tunggal) milik TNI AU jatuh sekitar 3 km dari Bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru, Selasa (16/12).
Pesawat Hawk 200 Single Seater (Kursi Tunggal) milik TNI AU jatuh sekitar 3 km dari Bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru, Selasa (16/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Reformasi kultural di lingkungan TNI dinilai belum berakhir. Penganiayaan terhadap wartawan yang meliput di sekitar area jatuhnya pesawat Hawk 200 milik Skuadron Udara 12 Black Panther di Desa Pasir Putih, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (16/10), menjadi cerminannya.

PDI Perjuangan menyesalkan terjadinya penganiayaan yang dinilai sebagai ancaman terhadap demokrasi karena menghambat penyaluran informasi kepada publik.

"Saya menyesalkan tindakan kekerasan oknum aparat TNI AU yang menghalang-halangi tugas jurnalis meliput berita, apalagi dengan cara-cara yang menggunakan kekerasan," jelas Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Achmad Basarah, di Jakarta, Selasa (16/10).

Peristiwa tersebut membuktikan reformasi kultural di lingkungan TNI yang acap kali menggunakan kekerasan seperti terjadi masa Orde Baru dulu belum berakhir. "Ini menjadi keprihatinan kita," jelasnya.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...