Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pengedar dan Produsen Narkoba Layak Dihukum Mati

Thursday, 11 October 2012, 19:36 WIB
Komentar : 1
Antara
Pengedar narkoba yang ditangkap aparat keamanan (ilustrasi)
Pengedar narkoba yang ditangkap aparat keamanan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gerakan Nasional anti Narkotika (Granat) menilai pengedar dan produsen narkoba harus dihukum mati.

Dampak aksi kejahatan mereka sangat nyata, yaitu membunuh puluhan juta generasi bangsa secara perlahan.

"Narkoba ini silent killer. Korbannya banyak. Jadi ancaman hukumannya jelas harus maksimal," jelas Sekjen Granat, Ashar Soerjobroto, kepada ROL, Kamis (11/10).

Bayangkan, kata dia, satu pelaku kejahatan narkoba mengakibatkan ratusan, bahkan ribuan orang tewas perlahan akibat kecanduan narkoba. Hal ini dinilainya lebih kejam daripada aksi pembunuhan yang mengakibatkan munculnya korban jiwa.

Aksi pembunuhan biasanya mengakibatkan satu orang korban. Hanya ada beberapa aksi pembunuhan yang mengakibatkan beberapa orang meninggal dunia. Sedangkan narkoba, satu orang pengedar mengakibatkan ratusan bahkan ribuan orang meninggal dunia perlahan.

Korban dibiarkan dulu menjadi pecandu. Ketika sudah addicted, pecandu kerap merasa kesakitan ketika sakau. Ketika itu dia tidak lagi mempedulikan orang-orang sekitar. Bahkan tidak menutup kemungkinan orang sekitarnya dibunuh hanya untuk mendapatkan uang yang akan digunakan membeli narkoba. "Ini sadis," kata Ashar.

Ia memandang setiap niat dan perbuatan perdagangan dan pengedaran narkoba sudah memperhitungkan akibatnya, yaitu kematian bagi si pemakai. Artinya, tambah Ashar, sama dengan rencana melakukan pembunuhan dalam skala besar. "Wajar jika para pengedar, bandar, dan sindikat dihukum mati."

Granat mencatat tidak kurang dari satu juta pecandu narkoba tersebar di seluruh Indonesia. Setidaknya, 50 ribu orang tewas setiap harinya akibat kejahatan narkoba. Belum lagi perputaran uang akibat peredaran gelap narkoba yang dalam satu hari mencapai miliaran, bahkan triliunan rupiah.




Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Chairul Akhmad
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Andien Lebih Ngepop di Album Baru
JAKARTA --  Andien meluncurkan album keenamnya, "Let It Be My Way". Di album teranyarnya ini, Andien coba menyuguhkan alunan musik yang berbeda dari...