Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Unjuk Rasa Warnai HUT ke-12 Banten

Kamis, 04 Oktober 2012, 16:55 WIB
Komentar : 0
Provinsi Banten
Provinsi Banten

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Ratusan mahasiwa dari berbagai elemen kampus di Banten, melakukan aksi unjuk rasa pada puncak peringatan HUT ke-12 Provinsi Banten, di depan gedung DPRD Banten di Serang, Kamis (4/10).

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Konsolidasi Mahasiswa Banten melakukan aksinya dengan cara berorasi di depan Gedung DPRD Banten JL Syekh Nawawi Al-Bantani Kawasan Pusat pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Mereka menuntut pemrov Banten serius melaksanaan perencanaan pembangunan dan evaluasi sesuai dengan visi dan misi serta perundang-undangan yang berlaku. Mahasiswa juga meminta pemerintah pemprov Banten memprioritaskan kepentingan masyarakat umum.

"Jika tidak bisa menjalankan roda pemerintahan lebih baik mundur jadi pemimpin," kata Sunedi salah seorang kordinator dalam unjuk rasa tersebut.

Ia mengatakan, pada 4 Oktober 2012 adalah usia Banten yang meninjak 12 Tahun, seharusnya kesejahteraan masyarakat Banten meningkat dibandingkan Banten sebelum menjadi provinsi. Namun pada kenyataanya, selama 12 Tahun Banten menjadi Provinsi, sebagian masyarakat belum merasakan perubahan yang signifikan.

"Pembangunan infrastruktur, pemerataan pendidikan dan kesehatan belum merata bagi masyarakat Banten," kata Sunedi.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasisa tersebut berlangsung di saat DPRD Banten tengah melaksanakan rapat paripurna istimewa HUT ke-12 Provinsi Banten di dalam gedung DPRD. Sempat terjadi ketegangan antara pengunjukrasa dan ratusan polisi yang menjaga gedung DPRD Banten.

Ketegangan antara polisi dan mahasiswa disebabkan para pengunjukrasa memaksa masuk gedung DPRD Banten, namun dijaga ketat aparat keamanan hingga terjadi saling dorong antar polisi dan mahasiswa. Karena pengunjukrasa memaksa masuk, akhirnya polisi menyemprotkan gas air mata, namun dibalas dengan lemparan batu, kayu dan telor dari arah pengunjukrasa.

Namun ketegangan akhirnya mereda setelah pengunjukrasa memilih mundur dan kembali ke kampusnya masing-masing.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...