Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Sekitar tiga ribu simpatisan Partai Keadilan Sejahtera berunjuk rasa mengecam penistaan agama di depan Kedubes AS, Jakarta, Ahad (30/9). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Sekitar tiga ribu simpatisan Partai Keadilan Sejahtera berunjuk rasa mengecam penistaan agama di depan Kedubes AS, Jakarta, Ahad (30/9). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Sekitar tiga ribu simpatisan Partai Keadilan Sejahtera berunjuk rasa mengecam penistaan agama di depan Kedubes AS, Jakarta, Ahad (30/9). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Sejumlah tokoh lintas agama diantaranya dari kiri, Sabam Sirait, Hidayat Nurwahid dan Slamet Effendi Yusuf ikut dalam aksi protes film anti Islam di depan Kedubes AS, Jakarta, Ahad (30/9). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Sekitar tiga ribu simpatisan Partai Keadilan Sejahtera berunjuk rasa mengecam penistaan agama di depan Kedubes AS, Jakarta, Ahad (30/9). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Sekitar tiga ribu simpatisan Partai Keadilan Sejahtera berunjuk rasa mengecam penistaan agama di depan Kedubes AS, Jakarta, Ahad (30/9). (Aditya Pradana Putra/Republika)

In Picture: Protes Penistaan Agama , Simpatisan PKS Demo Kedubes AS

Minggu, 30 September 2012, 22:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,Sekitar tiga ribu orang simpatisan Partai Keadilan Sejahtera melakukan aksi unjuk rasa damai mengecam penistaan agama di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Ahad (30/9).

Selain mengutuk pelaku penistaan agama, para pengunjuk rasa juga mengecam pemerintah AS yang terkesan membiarkan upaya penistaan agama tersebut dengan tidak mengambil tindakan hukum terhadap para pelakunya.

Turut pula hadir sejumlah tokoh lintas agama dalam aksi damai tersebut, diantaranya Sabam Sirait, Hidayat Nurwahid dan Slamet Effendi Yusuf.

 

 

 

 

Redaktur : Mohamad Amin Madani
2.980 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda