Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kemenag Minta Garuda Tingkatkan Ketepatan Penerbangan Jamaah

Selasa, 25 September 2012, 13:07 WIB
Komentar : 0
Agung Supriyanto/Republika
Pesawat Haji

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Pemerintah mengingatkan Garuda Indonesia untuk meningkatkan ketepatan waktu penerbangan jamaah haji ke Tanah Suci.

 

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Islam, Bahrul Hayat menegaskan, ketepatan waktu keberangkatan dari tanah air ke Arab Saudi merupakan bentuk pelayanan kepada jamaah.

 

''Pelayanan kepada jamaah haji tahun ini harus lebih meningkat dibanding tahun lalu,'' ujar Bahrul Hayat kepada wartawan di Jeddah, Selasa (25/9).

 

Keberangkatan jamaah haji Indonesia sempat mengalami keterlambatan, meski tidak terlalu lama. ''Kami minta agar Garuda meningkatkan ontime performance atau ketepatan keberangkatan Garuda Indonesia.''

 

Ketepatan waktu keberangkatan jamaah, kata dia, menjadi  salah satu indikator  atau ukuran yang menentukan kinerja Kementerian Agama dalam melayani Jamaahm

 

Bahrul Hayat menegaskan ada dua sasaran yang menjadi target Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada jamaah tahun ini, yakni meningkatkan kualitas berbagai aspek serta mempertahankan kualitas intesifikasi manjeman mutu.

 

Tahun ini, kata dia, standardisasi katering akan lebih diperketat dari aspek bahan makanan, proses pembuatan, peralatan, dan kebersihaan serta gizi makanan.

 

Selain itu, menurut Bahrul Hayat, pihaknya mengingatkan kepada semua pengelola kateringa guna meningkatkan standar pelayanan makanan kepada jamaah.

 

Sekjen Kemenag berkunjung ke Arab saudi guna mengikuti pertemuan Liga Muslim Dunia terkait pengembangan dan pemberdayaan media Islam serta memantau persiapan pelayanan pelayanan haji di Makkah, Madinah dan Jeddah.

Redaktur : Heri Ruslan
969 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda