Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sikapi Film Anti-Islam dengan Cara Rasulullah

Minggu, 16 September 2012, 01:57 WIB
Komentar : 9
Aditya Pradana Putra/Republika
 Massa dari Hizbut Tahrir Indonesia berunjuk rasa mengutuk film anti Islam di depan Keduataan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (14/9).
Massa dari Hizbut Tahrir Indonesia berunjuk rasa mengutuk film anti Islam di depan Keduataan Besar (Kedubes) Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (14/9).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Sumatra Barat mengharapkan umat Islam di Indonesia tidak menyikapi film 'Innocence of Muslims' dengan kekerasan. Meski film yang menghina Nabi Muhammad SAW dan umat Islam dunia itu, Ikadi berharap umat muslim mampu mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah.

Menurut Ketua Ikadi Sumbar, Erizal Ilyas, Islam adalah agama yang bersifat rahmat bagi seluruh alam. Karena itu yang harus dipahami adalah jika ada hal-hal yang menyimpang harus diluruskan dengan cara yang benar. Ia meminta umat Islam menyelesaikan konflik film anti-Islam itu dengan cara elegan.

"Belajar dari Nabi Muhammad SAW, beliau tidak pernah meluruskan sesuatu yang menyimpang dengan kekerasan, namun juga tidak membiarkan kemungkaran terjadi," katanyan dalam acara silaturahmi dan konsolidasi pengurus Ikadi se-Sumatra Barat yang dibuka Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno di Aula BKKBN, Padang, Sabtu (15/9).

Erizal berharap umat Islam tidak terpancing dan melakukan tindakan kekerasan menyikapi film tersebut. Karena itu, ia meminta pihak yang berwenang menutup akses terhadap film tersebut. "Namun, tentu saja yang sesat harus diluruskan dan yang salah harus dibenarkan," tegasnya.

Ia memahami, ada umat yang terpancing emosinya menyaksikan film tersebut. Namun tentunya harus disikapi dengan tenang dan tidak menimbulkan kekerasan agar tidak menimbulkan citra yang tidak baik terhadap Islam. Kepada umat lain, Erizal mengimbau untuk tidak menghina Islam karena siapa pun juga yang keyakinannya direndahkan pasti tidak akan mau menerima dan bereaksi.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ryan Minggu, 16 September 2012, 22:27
tuk mnjadi jiwa seorang muslim yg benar hrs bisa mngendalikan EMOSI, ini waktu yg benar tuk mmbuktikanya
  basrun Minggu, 16 September 2012, 21:22
sulit....tapi harus dicoba
  addiearief Minggu, 16 September 2012, 19:31
ini baru islam yg sesungguhnya.. bisa menyikapi masalah tanpa keributan yang ujung2nya akan merugikan diri sndri... bisa jadi tujuan utama film ini adalah membuat kacau umat muslim dan mengkambing hitamkan pihak2 tertentu.. yg berujung pada kerusuhan yg besar-besaran dan mengorbankan nyawa2 tak bersalah...
#in my opinion
  Mufti syabani Minggu, 16 September 2012, 10:43
setuju....Allaahumma sholli 'alaa muhammad

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...