Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MUI: Rohis Bukan Sarang Teroris

Sabtu, 15 September 2012, 10:58 WIB
Komentar : 13
Teroris, ilustrasi
Teroris, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung mengecam pemberitaan salah satu stasiun televisi swasta nasional tentang kegiatan rohani Islam (Rohis) di sekolah dan kampus. Dalam siaran terserbut, Rohis disebut sebagai sarana pembentukan teroris muda.

"Bagaimana mungkin, organisasi yang memiliki peran besar dalam menyelamatkan pemuda agar memiliki pribadi yang berkarakter, justru dinyatakan sebagai tempat pembentukan teroris," kata Ketua MUI Lampung, Drs H Mawardi AS, di Bandarlampung, Sabtu (15/9).

Dia minta media televisi tersebut segera meralat pemberitaan tersebut, karena dapat membentuk opini menyesatkan bagi masyarakat luas. "Justru saya lihat lewat Rohis itulah anak-anak muda mulai mengerti dan memahami ajaran agamanya dengan baik, belum tentu orang tua mereka memberikan pendidikan agama yang baik dan diperlukan mereka," ujar dia lagi.

Berkaitan marak aktivitas teroris yang diindikasikan menyusup dalam kegiatan umat Islam, MUI meminta kepada masyarakat tidak mengeneralisir bahwa Islam dan Rohis di dalamnya semua telah melakukan kegiatan yang menyesatkan.

"Kita harus bisa selektif dengan organisasi yang berkedok agama untuk kegiatan terorisme seperti itu, tapi tidak dibenarkan juga menyamaratakan organisasi keagamaan itu semuanya sebagai sarang teroris," kata Mawardi.

Mantan aktivis Bimbingan Rohani Mahasiswa (Birohmah) Universitas Lampung (Unila), Sabiq, juga menyayangkan adanya pemberitaan tersebut, karena hal itu akan menimbulkan pemikiran skeptis yang buruk terhadap organisasi keagamaan pemuda dan remaja Islam dimaksud.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengirimkan protes atas pemberitaan tersebut ke Komisi Penyiaran Indonesia," kata dia.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  bukan teroris Selasa, 18 September 2012, 13:26
semoga metro Tv bisa kembali sadar dan meminta maaf kepada masyarakat khususnya umat muslim... NB: klo web site resmi nye tetap ada cepat minta maaf>>>
  bilhaq Senin, 17 September 2012, 09:07
Aduh..Aduh...harusnya nama besar mencerminkan kedewasaan pembicaraan donk..jangan sampe memperlihatkan wajah sebenarnya dari visi tersembunyi...
  METRO_TV Minggu, 16 September 2012, 19:17
Apa susahnya sih sebut METRO TV...?????????
  WAFDINUS Minggu, 16 September 2012, 14:48
Mungkin saja yang memberitakan itu mencari umpan balik apakah ummat islam sedang cuek saja terhadap agamanya atau memang punya toleransi yang tinggi terhadap sesama yang sedang berjuang untuk memperbaiki akhlaknya dengan cara membina rohani dari para remaja islam.