Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

FUI Seru Pembuat 'Innocence o Muslims' Bertaubat

Kamis, 13 September 2012, 23:48 WIB
Komentar : 1
Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam KH M Al Khaththath
Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam KH M Al Khaththath

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khatatth menilai penyebaran film 'Innocence of Muslims' sebagai perbuatan orang kafir. Dia pun mengajak umat Muslim bersikap tegas dan tidak mengikuti jejak untuk menjadi penonton film yang dianggap menghina Rasulullah itu.

“Penghinaan dalam bentuk apapun dan oleh siapapun pada baginda Nabi Muhammad SAW tidak bisa dibenarkan. Hukuman bagi penghina adalah hukuman mati, baik dia muslim maupun non muslim,” tegas Al Khatatth, Kamis (13/9).

Dia mencontohkan gangguan serta intervensi kaum kafir juga kerap terjadi saat nabi Muhammad SAW masih hidup. Di masa itu, ada seorang tokoh Yahudi bernama Ka'ab bin al Asyraf yang suka menghina Rasulullah dan umat Islam.

Dalam Kitab As Sharim al Maslul ala syatimir Rasul (pedang terhunus utuk pencela Rasul), Al Khattath menerangkan bahwa pencela dan penghina Nabi Muhammad SAW itu orang kafir/non muslim. Di dalamnya dinyatakan bila dia bertobat dan masuk Islam, maka hukuman mati atas perbuatannya dibatalkan.

“Artinya bila dia (penghina) Rasulullah tidak murtad lagi, maka dia tidak dihukum mati dan dia harus mengganti perbuatannya yang dosa besar itu dengan perbuatan serta amal solih yang banyak,”paparnya.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Hafidz Muftisany
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar