Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

SBY Prihatin Terbunuhnya Dubes AS di Libya

Kamis 13 September 2012 21:49 WIB

Rep: Esthi Maharani/ Red: Hafidz Muftisany

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan serangan terhadap konsulat Amerika Serikat di Libya belum lama ini.

Staf khusus presiden bidang hubungan internasional, Teuku Faizasyah mengatakan Presiden SBY mengikuti perkembangan internasional termasuk peristiwa yang didorong dari penayangan film di situs youtube yang berbau SARA dan menyulut kemarahan.

“Ini kita sesalkan karena kemudian ada dua hal berbeda. Pertama penistaan agama dan kedua akibat yang ditimbulkannya terhadap staf diplomat di negara tersebut,” katanya, Kamis (13/9).

Ia mengatakan dalam kerangka universal, setiap negara berdasarkan konvensi Jenewa memiliki keharusan untuk memberikan perlindungan terhadap diplomat asing yang bertugas di negara tersebut. Sayangnya, peristiwa di Libya justru berakibat pada tewasnya perwakilan diplomatik Amerika Serikat.

“Bapak Presiden dalam hal ini, tindakan-tindakan penistaan agama adalah suatu hal yang sangat kita tentang," katanya.

Seperti dikabarkan protes film 'innocence of muslim' di Libya menewaskan Duta Besar AS Christopher Stevens bersama tiga warga AS lainnya akibat serangan roket di Bengazhi, Selasa (11/9).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jujitsu West Java Open Championship I

Ahad , 18 February 2018, 20:49 WIB