Jumat, 16 Ramadhan 1436 / 03 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

SBY Prihatin Terbunuhnya Dubes AS di Libya

Kamis, 13 September 2012, 21:49 WIB
Komentar : 1
Antara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan serangan terhadap konsulat Amerika Serikat di Libya belum lama ini.

Staf khusus presiden bidang hubungan internasional, Teuku Faizasyah mengatakan Presiden SBY mengikuti perkembangan internasional termasuk peristiwa yang didorong dari penayangan film di situs youtube yang berbau SARA dan menyulut kemarahan.

“Ini kita sesalkan karena kemudian ada dua hal berbeda. Pertama penistaan agama dan kedua akibat yang ditimbulkannya terhadap staf diplomat di negara tersebut,” katanya, Kamis (13/9).

Ia mengatakan dalam kerangka universal, setiap negara berdasarkan konvensi Jenewa memiliki keharusan untuk memberikan perlindungan terhadap diplomat asing yang bertugas di negara tersebut. Sayangnya, peristiwa di Libya justru berakibat pada tewasnya perwakilan diplomatik Amerika Serikat.

“Bapak Presiden dalam hal ini, tindakan-tindakan penistaan agama adalah suatu hal yang sangat kita tentang," katanya.

Seperti dikabarkan protes film 'innocence of muslim' di Libya menewaskan Duta Besar AS Christopher Stevens bersama tiga warga AS lainnya akibat serangan roket di Bengazhi, Selasa (11/9).


Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Hafidz Muftisany
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ramadhan, Momentum Menjaga Keluarga dari Jilatan Api Neraka
BANDUNG — Aktivis perempuan Netty Heryawan mengatakan tidak ada institusi yang mampu menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa kecuali dimulai dari institusi kecil...