Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polisi 'Main' Narkoba, Siap-siap Kena Sanksi Ini

Thursday, 13 September 2012, 14:46 WIB
Komentar : 1
Blogspot.com
Narkoba (ilustrasi)
Narkoba (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI---Kepala Kepolisian Daerah Jambi, Brigjen Polisi Ade Husen Kartadipura menegaskan anggota polisi tidak bermain main dengan narkoba.

"Ini sudah diintruksikan langsung oleh Kapolri, jangan main-main dengan narkoba. Apalagi masuk dalam jaringan narkoba," ujarnya di hadapan ratusan personil polisi saat kunjungan kerja di Mapolresta Jambi, Kamis.

Menurut dia, pihaknya tidak akan segan segan memberikan sanksi serius sesuai aturan berlaku bagi anggota yang terbukti menggunakan maupun masuk dalam jaringan narkoba.

Ia menyebutkan, salah satu kasus teranyar menimpa mantan Kasat Narkoba Polresta Jambi dituntut jaksa empat tahun penjara yang akhirnya divonis satu tahun penjara akibat terbukti menyalahgunakan wewenang pada kasus narkoba.

Kapolda juga menegaskan, agar upaya pemberantasan narkoba dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.

Artinya, kata dia, penanggulang narkoba dilakukan sesuai prosedur di masing masing satuan.

"Jadi, jangan ada lagi, barang bukti dibawa masuk atau disimpan diruang kasat narkoba. Sudah satuan lain yang menangani barang bukti," katanya.

Terkait pemberantasan narkoba di Jambi, Kapolda juga mengintruksikan seluruh jajaran mulai tingkat polsek, polres, polresta hingga polda siaga penuh melalui upaya operasi rutin.

Lebih lanjut ia mengatakan, upaya efisien, efektif dan ekonomis lainya ada pada pembagian tugas mulai tingkat polsek hingga polda.

"Dari laporan yang saya trima ada 75 persen tahanan di Polda Jambi merupakan kasus narkoba. Sayangnya mayoritas itu pemakai. Kalau itu pemakai itu kelas polsek," ujarnya lagi.

Seharusnya, lanjut Kapolda, Polda seharusnya lebih pada penanganan ditingkat jaringa, bukan pada pengguna.

"Ini yang kami tekankan kepada seluruh jajaran. Harapannya kedepan upaya penangan narkoba di Jambi betul berjalan efektif, efisien dan ekonomis," tambah Kapolda.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...