Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kemarau Panjang, Sayuran Makin Mahal

Kamis, 13 September 2012, 12:22 WIB
Komentar : 0
ANTARA
Petani sayur memanen sawi di perkebunan khusus/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kekeringan akibat musim kemarau telah menyebabkan produksi berbagai jenis sayuran berkurang. Kondisi itupun akhirnya menyebabkan harga sayuran mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan Republika di Pasar Baru Indramayu, Kamis (13/9), kenaikan harga di antaranya terjadi pada kangkung dari Rp 250 per ikat menjadi Rp 1.000 per ikat, dan kacang panjang dari Rp 5.000 per kg menjadi Rp 10.000 per kg.

Selain itu, terong dari Rp 2.500 per kg menjadi Rp 5.000 per kg, oyong (emes) dari Rp 4.000 per kg menjadi Rp 6.000 per kg, tomat dari Rp 4.000 per kg menjadi Rp 6.000 per kg, dan bawang putih dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 22.000 per kg. ''Ya hampir semua jenis sayuran harganya naik hingga 100 persen,'' ujar salah seorang pedagang sayuran, Idah.

Idah mengatakan, kenaikan harga itu terjadi secara bertahap sejak sepekan terakhir. Padahal, usai Lebaran Idul Fitri lalu, harga berbagai jenis sayuran sebenarnya cenderung turun.

Idah pun mengaku kondisi itu selalu dikeluhkan para konsumennya. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kenaikan harga sudah terjadi di tingkat bandar sayuran.

Idah menambahkan, selain harganya naik, pasokan sayuran dari bandar sayuran juga berkurang. Hal itu disebabkan seretnya pasokan dari para petani. ''Katanya petani banyak yang gagal panen karena kekeringan,'' tutur Idah.

Reporter : lilis sri handayani
Redaktur : Endah Hapsari
1.422 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda