Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Terorisme Bukan Persoalan Agama'

Senin, 10 September 2012, 17:23 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Terorisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Anggota tim sosialisasi MPR/RI, Erik Satrya Wardhana, mengatakan aksi kekerasan dan terorisme yang dilakukan sekelompok orang sesungguhnya bukan persoalan agama, namun persoalan hukum dan sosial.

Ia lebih lanjut mengatakan, faktor pemicu yang terjadi lebih kepada faktor ketidakadilan sosial, ekonomi, maupun politik. Untuk itu, guna mengatasinya, kata Erik, diperlukan peran negara yang optimal.

"Negara harus tegas sehingga penegakan hukum juga menjadi tegas," katanya dalam "Diskusi Pilar Negara: Kebhinnekaan Sebagai Modal Indonesia" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Menurut Erik, penegakan hukum di Indonesia menjadi lemah karena integritas aparatnya juga dipertanyakan, sehingga bisa membelokkan keputusan hukum.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Azyumardi Azra, yang juga hadir sebagai pembicara, mengimbau Detasemen Khusus 88 dari Polri agar tidak bertindak berlebihan dalam menangani terduga terorisme.

"Tindakan berlebihan akan memicu kebencian dan keinginan untuk melakukan balasan," kata Azyumardi Azra. 

Pengamat Sosial Keagamaan ini menambahkan, Kepolisian khususnya Densus 88 harus terus diimbau agar jangan melakukan tindakan berlebihan dalam menangani terduga terorisme. Namun di sisi lain, menurut dia, Kepolisian juga harus mampu melakukan tindakan yang lebih persuasif yakni melakukan pencegahan.

Pada kesempatan tersebut, Azyumardi mengatakan, aksi terorisme dengan kekerasan yang dilakukan oleh para pemuda didasari oleh ideologi sesat yang diterimanya dari para gurunya.

"Doktrin ideologi sesat yang disampaikan oleh para gurunya bisa mengubah pandangan para pemuda sehingga berani melakukan kekerasan, dengan senjata api atau bom," katanya.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
899 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda


Fatal error: Uncaught exception 'MongoCursorTimeoutException' with message 'cursor timed out (timeout: 30000, time left: 0:0, status: 0)' in /home/rolnew/frontend2/code/models/news.php:89 Stack trace: #0 /home/rolnew/frontend2/code/models/news.php(89): MongoCursor->hasNext() #1 /home/rolnew/frontend2/code/models/news.php(375): News->get(Array) #2 /home/rolnew/frontend2/code/models/widget.php(247): News->most_commented(5, '', 'weekly') #3 /home/rolnew/frontend2/code/views/default/detail_berita.php(313): Widget->topfive() #4 /home/rolnew/frontend2/ci/core/Loader.php(833): include('/home/rolnew/fr...') #5 /home/rolnew/frontend2/ci/core/Loader.php(419): CI_Loader->_ci_load(Array) #6 /home/rolnew/frontend2/code/controllers/berita.php(115): CI_Loader->view('default/detail_...', Array) #7 [internal function]: Berita->index() #8 /home/rolnew/frontend2/code/controllers/berita.php(19): call_user_func_array(Array, Array) #9 /home/rolnew/frontend2/ci/core/CodeIgniter.php(325): Berita->_remap('index', Array) #10 /home/rolnew/frontend2 in /home/rolnew/frontend2/code/models/news.php on line 89