Selasa, 04 September 2012, 22:10 WIB

RI-Australia Bahas Permasalahan Imigran Gelap

Red: Hafidz Muftisany
AP Photo
Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith (kanan) bersama Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusdiantoro (kiri)
Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith (kanan) bersama Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusdiantoro (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesia dan Australia terus meningkatkan kerjasama untuk meminimalisir dampak buruk dari kasus imigran gelap yang menyeberang ke Australia lewat perairan Indonesia.

"Permasalahan muncul karena sering kali dalam pelayaran terjadi kecelakaan di tengah laut dan mengancam jiwa para pencari suaka," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai menerima kunjungan Menhan Australia Stephen Francis Smith di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (4/9).

Kendala penanganan muncul ketika ternyata lokasi kecelakaan masuk wilayah Indonesia, sementara sinyal kecelakaan diterima lebih dulu oleh Australia atau juga sebaliknya.

Oleh karena itu, lanjut Menhan, agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan diperlukan kode etik bersama. Penanganan pun tidak hanya melibatkan TNI AL, tetapi juga TNI Angkatan Udara.

"Kita akan melibatkan Basarnas dan Kohanudnas. Sedangkan dari Australia ditangani otoritas keamanan maritim yang dimilikinya (AMSA)," kata Purnomo.

Pembicaraan bilateral RI-Australia digelar sejak Senin (3/9) hingga Rabu (5/9) di Jakarta. Dari Australia ada tiga menteri yakni Menteri Pertahanan Stephen Francis Smith, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Anthony Albanese, dan Menteri Material Pertahanan, Dalam Negeri dan Hukum Jason Dean Clare.

Sementara dari Indonesia, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Menristek Gusti Muhammad Hatta.

Sumber : Antara
loading...