Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

RI-Australia Bahas Permasalahan Imigran Gelap

Selasa, 04 September 2012, 22:10 WIB
Komentar : 1
AP Photo
Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith (kanan) bersama Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusdiantoro (kiri)
Menteri Pertahanan Australia, Stephen Smith (kanan) bersama Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusdiantoro (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesia dan Australia terus meningkatkan kerjasama untuk meminimalisir dampak buruk dari kasus imigran gelap yang menyeberang ke Australia lewat perairan Indonesia.

"Permasalahan muncul karena sering kali dalam pelayaran terjadi kecelakaan di tengah laut dan mengancam jiwa para pencari suaka," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai menerima kunjungan Menhan Australia Stephen Francis Smith di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (4/9).

Kendala penanganan muncul ketika ternyata lokasi kecelakaan masuk wilayah Indonesia, sementara sinyal kecelakaan diterima lebih dulu oleh Australia atau juga sebaliknya.

Oleh karena itu, lanjut Menhan, agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan diperlukan kode etik bersama. Penanganan pun tidak hanya melibatkan TNI AL, tetapi juga TNI Angkatan Udara.

"Kita akan melibatkan Basarnas dan Kohanudnas. Sedangkan dari Australia ditangani otoritas keamanan maritim yang dimilikinya (AMSA)," kata Purnomo.

Pembicaraan bilateral RI-Australia digelar sejak Senin (3/9) hingga Rabu (5/9) di Jakarta. Dari Australia ada tiga menteri yakni Menteri Pertahanan Stephen Francis Smith, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Anthony Albanese, dan Menteri Material Pertahanan, Dalam Negeri dan Hukum Jason Dean Clare.

Sementara dari Indonesia, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Menristek Gusti Muhammad Hatta.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar