Rabu, 13 Syawwal 1436 / 29 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Mutasi Polri, Kapolda dan Kapolres juga Digeser

Senin, 03 September 2012, 23:36 WIB
Komentar : 1
blogspot.com
Lambang Polri (ilustrasi).
Lambang Polri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mabes Polri melakukan mutasi (Putaran Jabatan) di internal kepolisian. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1768/IX/2012 tanggal 3 September 2012.

Dalam Mutasi tersebut pejabat yang ada di lingkungan Polda Metro Jaya juga mengalami pergeseran. Tak hanya itu, sejumlah Kapolres pun ikut mengalami perubahan.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Imam Sugianto, dipromosikan menjadi ajudan Presiden RI. Jabatan Kapolres Jakarta Selatan digantikan oleh Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Bekasi.

Sedangkan, Kapolresta Bekasi akan diisi oleh AKBP Isnaeni Ujiarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Wadirintelkam Polda Metro Jaya.

Selain itu, sejumlah Kapolda juga mengalami mutasi. Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Pol M Rum Murkal, diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Utama Sepim Polri Lemdikpol. Sedangkan penggantinya adalah Brigjen Pol Budi Hartono Untung yang sebelumnya menjabat sebagai Dirpolair Baharkam Polri.

Kemudian Kapolda NTB, Brigjen Pol Arif Wachyudin, menempati jabatan baru sebagai Sahlisospol Kapolri. Sementara, posisinya digantikan oleh Brigjen Pol Mochamad Irawan yang saat ini menjabat Dirbinmas Baharkam Polri.

Selain itu, Kapolda Papua Irjen Pol Bigman Lumban Tobing dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdikpol Polri. Penggantinya sebagai Kapolda Papua adalah Irjen Pol Tito Karnavian yang sebelumnya menjabat sebagai Pati Mabes Polri di Bidang Enindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT.





Reporter : Rizky Jaramaya
Redaktur : Chairul Akhmad
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pasangan Tunggal di Pilkada 2015, Zulkifli Hasan: Kenapa tidak
JAKARTA -- Soal pasangan tunggal di pemilihan kepala daerah (pilkida) serentak nanti disinyalir akan akan mencuat. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli...