Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Polisi Masih Lakukan Pengamanan Kwamki Lama

Kamis 23 August 2012 17:59 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Warga Papua di Kwamki Lama bersiap untuk perang antar kampung

Warga Papua di Kwamki Lama bersiap untuk perang antar kampung

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Aparat kepolisian dari Polres Mimika, Papua hingga kini masih melakukan pengamanan di Kwamki Lama dalam mengantisipasi aksi saling serang antara dua kelompok warga di wilayah itu. Staf Humas Polres Mimika, Bripka Hempi Ona di Timika, Kamis (23/8) mengatakan Polres Mimika menyiagakan dua pleton personel pengendali massa (dalmas) yang secara bergantian menjaga situasi kamtibmas di Kwamki Lama ditambah dengan satu pleton personel kerangka.

Menurut Hempi, Polres Mimika kembali melakukan pengamanan di Kwamki Lama menyusul terjadinya kembali bentrokan antara dua kelompok warga pada Rabu (22/8) pagi. Bentrokan antara massa kubu Atimus Komagal (kelompok bawah) dengan massa kubu Hosea Ongomang (kelompok atas) tersebut dipicu oleh ulah seseorang yang dalam keadaan mabuk memancing amarah kelompok atas.

"Anggota Polres Mimika masih tetap lakukan pengamanan di Kwamki Lama baik siang maupun malam hari untuk mencegah jangan sampai terjadi kembali aksi saling serang antara pihak-pihak yang bertikai di Kwamki Lama," kata Hempi.

Secara umum situasi kamtibmas di Kwamki Lama sepanjang hari Kamis terlihat kondusif. Polisi masih terus melakukan patroli, razia senjata tajam dan memberikan imbauan kepada warga dua kelompok yang bertikai agar menghentikan aksi kekerasan.

Dalam penyisiran yang dilakukan pada Rabu (22/8), polisi menyita puluhan pucuk busur dan anak panah dari massa kelompok bawah. Polisi juga menangkap Benyamin Kiwak dan anaknya yang diduga kuat memicu terjadinya aksi saling serang antara massa kelompok bawah dan kelompok atas.

Hingga saat ini kedua orang tersebut masih ditahan di Polsek Mimika Baru untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik. "Kalau cukup bukti mereka melakukan tindak pidana menghasut orang lain untuk melakukan tindak kekerasan maka mereka akan diproses secara hukum," kata Hempi.

Pada Kamis siang, Polres Mimika mengumpulkan para tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala suku dan para panglima perang (waemum) di Balai Kampung Karang Senang-SP3, Distrik Kuala Kencana untuk membahas penyelesaian secara tuntas atas masalah yang terjadi selama beberapa bulan terakhir di Kwamki Lama

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES