Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hatta: Penyesuaian TTL Takkan Memberatkan Masyarakat

Monday, 20 August 2012, 14:40 WIB
Komentar : 2
Pembangkit listrik PLN
Pembangkit listrik PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah berencana untuk melakukan penyesuaian tarif tenaga listrik (TTL) pada 2013.

Dengan adanya penyesuaian harga, diharapkan subsidi listrik yang dalam RABPN 2013 mencapai Rp 80,9 triliun dapat dikurangi dan dialihkan untuk belanja modal. 

"Penyesuaian akan dilakukan secara bertahap," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, kepada wartawan di sela-sela 'open house' di kediaman dinasnya di Jakarta, Ahad (19/8).

Dalam RAPBN 2013, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 193,8 triliun untuk belanja modal. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp 25,2 triliun dibandingkan belanja modal pada APBNP 2012 yang tercatat sebesar Rp 168,6 triliun.

Menurut Hatta, penyesuaian TTL didasari oleh selisih antara biaya pokok produksi (BPP) dan harga jual listrik. Sebagai gambaran, harga jual listrik masih berada di kisaran Rp 700 per kilo watt hour (kwh) sedangkan BPP berada dalam kisaran Rp 1.000. 

Hatta meyakini penyesuaian TTL tidak akan memberatkan masyarakat. Terlebih, kenaikan TTL akan dilakukan secara bertahap, yakni dalam triwulanan dengan kenaikan rata-rata tiga sampai empat persen. 

Penyesuaian TTL juga bertujuan untuk merangsang agar independent power producer (IPP) lebih bergairah.  Pemerintah, kata Hatta, juga terus mendorong agar penggunaan sumber energi selain bahan bakar minyak (BBM) dapat dimaksimalkan untuk memproduksi listrik pada pembangkit listrik milik PLN. 

Sumber-sumber energi tersebut antara lain batu bara, panas bumi dan gas. Tujuannya agar penggunaan BBM dalam memproduksi listrik terus menurun. "Rencana ini akan dibicarakan oleh Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR," ujar Hatta.   





Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Chairul Akhmad
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...