Senin, 6 Zulqaidah 1435 / 01 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Terinjak Gajah, Beginilah Takdir Seorang Pejabat Riau

Rabu, 08 Agustus 2012, 12:49 WIB
Komentar : 2
AP/Anupam Nath
Gajah (Ilustrasi)
Gajah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU---Kepala Pusat Konservasi Gajah (PKG) Riau M Taat meninggal dunia akibat menderita sakit cukup parah setelah terinjak gajah Sumatera di area pelatihan gajah jinak di daerah Minas, Provinsi Riau.
"Kami ucapkan duka cita kepada almarhum Pak Taat, Kepala PKG Riau, dan kami telah memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Bambang Dahono Adji, di Pekanbaru, Rabu.

M. Taat meninggal dunia di usia 52 tahun pada Jumat (3/8) dan telah dikebumikan di Kabupaten Siak, Riau.
Kepala Bidang Konservasi BBKSDA Riau Syahimin mengatakan, kepergian M. Taat merupakan kehilangan yang sangat besar karena almarhum adalah pekerja yang giat dan tergolong senior di PKG Riau.
Menurut dia, almarhum menderita sakit yang cukup parah selama dua pekan usai insiden di PKG.
Ia menjelaskan, M. Taat tidak sengaja terinjak oleh Reno, seekor gajah jinak yang berusia sekitar 20 tahun.
Saat kejadian, almarhum sedang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap satwa binaan PKG itu.
"Celakanya, waktu kejadian dia sedang sendiri dan pegawai lainnya baru tahu setelah dia berhasil menelepon minta bantuan," katanya.

Ia mengatakan, akibat insiden itu M. Taat mengalami patah tulang. Namun, banyak orang meyakini bahwa gajah Reno tidak sengaja menginjak M. Taat.
"Kalau gajah itu sengaja ingin melukai, tentu badan Pak Taat akan diinjak-injaknya. Tapi gajah itu tetap tenang setelah insiden terjadi," ujarnya.

Menurut dia, almarhum tidak bersedia dirawat di rumah sakit dan menghembuskan nafas saat menjalani perawatan di sebuah pengobatan alternatif.
Almarhum meninggalkan satu isteri dan tiga orang anak."Ini merupakan kerugian bagi kami karena kehilangan orang yang sangat senior. Sejak awal saya disini (BBKSDA), Pak Taat sudah mengurus gajah di Minas, dan belum lama ini akhirnya menjadi Kepala PKG Riau," katanya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : antara
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Inter Milan Gasak Stjarnan
MILAN -- Inter Milan tumbangkan Stjarnan dengan skor teak 6-0 dalam play-off second leg Liga Eropa di Stadion San Siro,  Jumat (29/8). Inter yang...