Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Rohingya Ditindas, Inilah Sikap MUI

Rabu, 25 Juli 2012, 13:22 WIB
Komentar : 8
Logo MUI
Logo MUI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Majelis Ulama Indonesia mengutuk kekerasan dan pembiaran yang dilakukan Pemerintah Junta Militer Myanmar terhadap pembantaian etnis Rohingya di negara bagian Arakan (Rakhine), Myanmar.
"Pemerintah Junta Militer dan umat mayoritas di Myanmar telah melakukan pelanggaran HAM terhadap Muslim Rohingya," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dalam konferensi pers di Gedung Pusat MUI, Jakarta, Rabu.

Menurutnya, Muslim Rohingya yang dibunuh di Arkan, Myanmar, sudah mencapai enam ribu orang. Ini merupakan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang sangat berat. Ma'ruf juga menyesalkan pernyataan Presiden Myanmar Thein Sein yang menganggap Etnis Rohingya bukan orang asli Myanmar, melainkan imigran gelap.
"Hal itu sangat bertentangan dengan sejarah karena Muslim Rohingya sudah tinggal di Arakan bahkan sebelum Burma yang sekarang jadi Myanmar merdeka dari Inggris pada 1948," katanya.

Oleh karena itu, Ma'ruf menyerukan kepada umat Islam di Indonesia merespon kejadian tersebut dengan mendesak Pemerintah Indonesia agar segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.
"Semua umat Muslim di dunia ini bersaudara, karena itu kita harus membantu sebisa mungkin saudara kita Muslim Rohingya yang mengalami ketidakadilan di Myanmar," katanya.

MUI juga meminta Pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB melakukan langkah kongkrit terkait kekerasan dan pelanggaran HAM yang dialami Muslim Rohingya di Myanmar. "Sangat disesalkan hingga saat ini Dewan Keamanan PBB belum mengirimkan pasukan perdamaian untuk melindungi etnis Rohingya di Myanmar," katanya.

Kekerasan komunal pecah di wilayah Arkan antara etnis Rakhine yang beragama Buddha dan Rohingya yang Muslim pada Mei lalu telah merenggut ribuan nyawa dan menyebabkan puluhan ribu orang tidak memiliki rumah.
Hingga kini, kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya di Arkan, Myanmar, masih terus terjadi dan tercatat enam ribu Muslim tewas dibunuh. Myanmar berpenduduk 75 juta jiwa dan menurut PBB, Muslim Rohingya yang berjumlah 800.000 orang di sana merupakan salah satu minoritas paling tertindas di dunia.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : antara
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  imam Sabtu, 4 Agustus 2012, 20:51
MUI jangan hanya bisanya mengutuk !waktu tragedi pwarga palestina di bombardir israel mui hanya bisa mengutuk tapi israel ga terkutuk terkutuk...coba bersikap lebih kongkrit..lebih nyata!
  Ogi Rabu, 1 Agustus 2012, 18:40
Ayoo bantu warga Rohingya jangan ngomong doang pemerintahnya dan Presiden...
  hins Rabu, 25 Juli 2012, 16:13
setiap muslim dengan muslim lainnya bersaudara, tidak terbatas waktu dan tempat, oleh karena itu mari kita sama2 desak pemerintah untuk bisa bersikap lebih tegas lagi demi melindungi saudara-saudara kita Rohingya
  abu jahid Rabu, 25 Juli 2012, 14:08
ya muslimuuu...n