Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Banjir Bandang Terjang Padang, Lima Rumah Hanyut

Tuesday, 24 July 2012, 23:45 WIB
Komentar : 2

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Lima rumah warga hanyut diterjang banjir bandang di Koto Tuo, dan Koto Panjang Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.

"Hujan deras yang melanda Kota Padang mengakibatkan lima rumah warga hanyut akibat diterjang banjir bandang," kata Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Edi Asri, di Padang, Selasa.

Menurut dia, selain menghanyutkan rumah penduduk, banjir bandang juga menerjang mushalla di Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.

"Banjir bandang juga menghanyutkan satu unit mobil di daerah Cangkeh, Kecamatan Lubuk Begalung," katanya.

Banjir juga merendam rumah warga di daerah Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Belagung. "Warga di daerah tersebut sudah dievakuasi ke masjid, maupun mushala yang berada di tempat yang lebih tinggi," kata Edi Asri.

Dia mengatakan saat ini Tim SAR gabungan melakukan evakuasi untuk menyelamatkan warga yang rumah terendam banjir maupun hanyut terbawa air bah.

"Tim SAR mengerahkan perahu karet untuk menyelematkan warga yang rumahnya terendam banjir,"katanya.

Menurut dia, banjir melanda di Kota Padang ada sebanyak tujuh titik yakni berada di kawasan Limau Manis, Batu Busuk, Kampung Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk, dan Tunggul Hitam,

"Luapan air yang mencapai sedada orang dewasa itu, hingga kini air belum surut," katanya.

Kerugian materil akibat banjir yang melanda di tujuh titik yang ada di Kota Padang belum dapat diketahui. "Sampai sekarang belum ada laporan adanya warga yang hilang akibat banjir yang melanda tujuh lokasi itu," kata Edi Asri.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tanggapan Din Syamsudin Terkait Kasus Sydney
JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menilai peristiwa penyanderaan di Sydney meningkatkan sinisme terhadap Islam. Peristiwa tersebut membuat dunia barat semakin...