Thursday, 26 Safar 1436 / 18 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dahlan Iskan: Direktur KAI Mengundurkan Diri

Tuesday, 24 July 2012, 10:59 WIB
Komentar : 3
Antara/Noveradika
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengungkapkan salah satu direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero resmi mengundurkan diri. Surat pengunduran diri direksi tersebut pun sudah masuk ke Kementerian BUMN dan tengah diproses di Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik.

"Ini baru kita bahas di rapim (rapat pimpinan) soal pengunduran dirinya," kata Dahlan saat ditemui usai memimpin Rapim di kantor KAI di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa.

Dahlan menjelaskan direksi yang mengundurkan diri itu sempat menjabat sebagai direktur teknik. Kemudian, dia dirotasi guna mengurusi aset BUMN Perkeretaapian tersebut. "Setelah dipindahkan ke bagian urusan aset, barulah beliau mengajukan pengunduran diri," terang Dahlan.

Dahlan menegaskan pengunduran diri dari sebuah perusahaan adalah hal yang lumrah dilakukan siapapun. Pengunduran diri merupakan hak dari setiap orang. Sehingga, ia tidak mempersoalkan alasan pengunduran diri direksi KAI tersebut.

Menyoalkan alasan pengunduran diri berkaitan dengan pembentukan Tim Impian (dream team), Dahlan menegaskan tidak ada kaitannya. Seperti dilansir dalam laman resmi PT KAI, Direktur Teknik KAI dipimpin oleh Judarso Widiyono.

Pengunduran diri direksi PT KAI ini menambah deretan panjang direksi BUMN yang mengajukan pengunduran diri. Sebelumnya ada Direktur Teknik PT Merpati Nusantara Airlines Persero, Wisudo, dan Direktur Keuangan Merpati Mohammad Roem.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tanggapan Din Syamsudin Terkait Kasus Sydney
JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menilai peristiwa penyanderaan di Sydney meningkatkan sinisme terhadap Islam. Peristiwa tersebut membuat dunia barat semakin...