Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 / 30 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dahlan Iskan: Direktur KAI Mengundurkan Diri

Selasa, 24 Juli 2012, 10:59 WIB
Komentar : 2
Antara/Noveradika
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengungkapkan salah satu direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero resmi mengundurkan diri. Surat pengunduran diri direksi tersebut pun sudah masuk ke Kementerian BUMN dan tengah diproses di Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik.

"Ini baru kita bahas di rapim (rapat pimpinan) soal pengunduran dirinya," kata Dahlan saat ditemui usai memimpin Rapim di kantor KAI di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa.

Dahlan menjelaskan direksi yang mengundurkan diri itu sempat menjabat sebagai direktur teknik. Kemudian, dia dirotasi guna mengurusi aset BUMN Perkeretaapian tersebut. "Setelah dipindahkan ke bagian urusan aset, barulah beliau mengajukan pengunduran diri," terang Dahlan.

Dahlan menegaskan pengunduran diri dari sebuah perusahaan adalah hal yang lumrah dilakukan siapapun. Pengunduran diri merupakan hak dari setiap orang. Sehingga, ia tidak mempersoalkan alasan pengunduran diri direksi KAI tersebut.

Menyoalkan alasan pengunduran diri berkaitan dengan pembentukan Tim Impian (dream team), Dahlan menegaskan tidak ada kaitannya. Seperti dilansir dalam laman resmi PT KAI, Direktur Teknik KAI dipimpin oleh Judarso Widiyono.

Pengunduran diri direksi PT KAI ini menambah deretan panjang direksi BUMN yang mengajukan pengunduran diri. Sebelumnya ada Direktur Teknik PT Merpati Nusantara Airlines Persero, Wisudo, dan Direktur Keuangan Merpati Mohammad Roem.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar