Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Riau Jadi Ibu Kota RI? Inilah Tanggapan Warga

Jumat, 20 Juli 2012, 21:29 WIB
Komentar : 1
Antara
Gubernur Riau, Rusli Zainal
Gubernur Riau, Rusli Zainal

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU---Warga Kota Pekanbaru menanggapi sinis ide Gubernur Riau Rusli Zainal menjadikan wilayah ini sebagai ibukota negara, karena dianggap tidak layak akibat kinerja aparat belum maksimal. "Ide Gubernur Riau itu hanya mimpi di siang bolong dan untuk mengurus Pekan Olahraga Nasional (PON) saja belum berhasil," kata Ardana Isman (29) warga Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya.

Pernyataan tersebut sehubungan Gubernur Rusli Zainal mengatakan Riau layak dan memenuhi persyaratan sebagai ibukota Negara Indonesia pengganti DKI Jakarta.

Rusli mengatakan ide tersebut dalam Rakernas Serikat Penerbit Surat Kabar pada Sabtu (14/7) di sebuah hotel di Kota Pekanbaru yang dihadiri Menteri BUMN, Dahlan Iskan, selaku Ketua Umum SPS.

Riau, katanya, memiliki beberapa persyaratan kelayakan sebuah daerah menjadi ibu kota negara, yakni mempunyai pelabuhan internasional di Dumai, ada potensi sumber daya alam yang besar serta kemudahan akses penerbangan.

Menurut Ardana, jika daerahnya dapat dikatakan layak, pemimpinnya belum tentu dianggap layak untuk memimpin sebuah ibukota negara.

Warga lainnya Abdul Rozi (38) mengatakan, itu ide bagus supaya gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin dekat, dan lebih gampang memberantas pejabat yang korupsi di daerah ini.

"Kalau wacana atau ide boleh saja tapi kalau ingin menjadikan ibukota negara masih dianggap belum pantas, yang pantas adalah tunggu KPK menciduk pejabat," kata warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru itu.

Abdul menambahkan, jangan terlalu berharap banyak, tapi perbaiki dulu sarana pendukung pembangunan di Riau tanpa ada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sehingga rakyat dapat menikmati, bukan hanya pejabat yang kecipratan proyek.

Selain itu, katanya, apakah Gubernur Riau pernah melakukan perjalanan darat dari Pekanbaru ke Jambi atau ke Sumbar, jika sudah maka tidak akan sanggup bicara demikian karena merasakan jalan rusak, hal itu menandakan tidak memiliki rasa malu.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Fitur Kamera Jadi Pertimbangan Memilih Ponsel Pintar
AKARTA-- Fitur kamera yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih ponsel pintar. Untuk itu, Acer Liquid E3 menjadikan kamera sebagai salah satu...