Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tak Ada Wakil Perempuan di Pilkada DKI, Inilah Reaksi Linda Gumelar

Monday, 16 July 2012, 14:37 WIB
Komentar : -1
Republika
Linda Gumelar
Linda Gumelar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengaku kecewa karena ketiadaan calon gubernur dan calon wakil gubernur perempuan pada pemilihan umum daerah (Pilkada) DKI Jakarta.
"Saya sebenarnya kecewa karena tidak ada calon perempuan pada Pilkada DKI Jakarta," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Senin.

Linda mengakui, bukanlah hal yang mudah menghadirkan calon perempuan pada Pilkada DKI. "Jakarta sebagai ibukota merupakan posisi strategis dimana partai sangat berhati-hati dalam memajukan calonnya. Ini yang harus kita dorong yaitu keinginan partai untuk mengusung calon perempuan," kata Linda.

Menurut Linda, pelaksanaan Pilkada DKI agar dapat menjadi catatan tersendiri bagi para pimpinan partai khususnya karena tidak ada partisipasi perempuan pada cagub dan cawagub. "Saya berharap para pimpinan partai menjadikan hal itu catatan tersendiri agar pada pilkada yang akan berlangsung di wilayah lain ada keterwakilan perempuan," katanya.

Selain itu, Linda juga mengatakan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan terus melakukan upaya advokasi, koordinasi serta berbagai pendekatan lain dengan seluruh pihak termasuk para pimpinan partai.
"Tujuannya untuk memperkuat kesetaraan gender dalam politik terutama keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen di legislatif," katanya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : antara
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...