Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Presiden: Ancaman Terhadap Negara Kian Kompleks

Kamis, 12 Juli 2012, 11:19 WIB
Komentar : 0
Antara/Widodo S. Jusuf
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku inspektur upacara memeriksa barisan peserta upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-66 di lapangan Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Minggu (1/7).

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tantangan dan ancaman terhadap negara saat ini sangat kompleks sehingga perlu diantisipasi oleh para perwira TNI dan Polri.

"Tantangan negara saat ini tidak ringan dan semakin kompleks," kata Presiden Yudhoyono saat menyampaikan amanat dalam pelantikan perwira di Akademi Militer, Magelang, Kamis.

Menurut Presiden, tantangan pertahanan dan keamanan bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain mulai munculnya aktor-aktor bukan negara yang berpotensi sebagai ancaman. Selain itu, konflik antarnegara di kawasan tertentu juga berpotensi menggangu stabilitas nasional.

Kemudian, peningkatan kemampuan belanja militer negara-negara tetangga juga memiliki arti tersendiri. "Hal itu telah mengubah konstelasi militer di kawasan," kata Yudhoyono.

Menurut dia, negara-negara Asia Tenggara mulai bergeliat untuk memperbaiki dan meningkatkan belanja militer. Hal itu berdampak pada peningkatan kualitas dan kuantitas alat utama sistem persenjataan mereka.

"Di Indonesia juga sedang terjadi hal yang sama," katanya.

Yudhoyono menegaskan, Indonesia akan terus meningkatkan kemampuan belanja militer sehingga bisa mempertahankan keutuhan NKRI. Kepala Negara berpesan kepada para perwira untuk terus meningkatkan kemampuan, sehingga bisa berkompetisi dan berbuat yang terbaik untuk negara.

Sebanyak 836 Taruna Akademi TNI (Akmil, AAL dan AAU) serta Taruna Akpol telah menyelesaikan pendidikan hingga tingkat IV dan dilantik menjadi perwira.

Setelah dilantik, mereka menjadi perwira TNI berpangkat Letnan Dua (Letda) dan perwira Polri berpangkat Inspektur Dua Polisi (Ipda). Mereka kemudian akan disebar dan ditugaskan di seluruh Indonesia.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
1.286 reads
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...